"Saya ngajar sore sampai malam, kalau saya habis ngajar pulang Jakarta, besok balik (Tambun lagi) kan capek," ucap Diding saat itu.
Setelah sang istri meninggal dunia, Diding memilih menjalani hari-hari sendirian. Kelima anaknya sudah menikah dan tinggal di rumah masing-masing, sementara Diding tetap bertahan dengan rutinitasnya hingga akhir hayat.