Foto : Ist

IntipSeleb – Rumah kuno menyimpan rahasia kelam yang bertahun-tahun terkubur. Film horor terbaru “Rambut Sewu: Satu Langkah Getih” merilis first look yang mengajak penonton menyelami mitos, ritual terlarang, dan kutukan yang tiba-tiba bangkit kembali dari masa lalu. Film ini mengambil latar salah satu daerah di Jawa dengan kearifan lokal yang kental nuansa supranatural.

Cerita berpusat pada Wulan (Wavi Zihan), perempuan muda yang pindah ke sebuah rumah tua bersama sang ibu, Ratih (Ruth Marini), setelah Wulan mendapat pekerjaan di sebuah pabrik. Rumah itu justru memicu rangkaian kejadian misterius. Wulan menemukan jejak penghuni sebelumnya, termasuk foto sosok Sundari yang wajahnya mirip dengannya.

Wulan lalu mengalami berbagai gangguan aneh hingga akhirnya berhadapan dengan kisah kelam Marni (Taskya Namya), perempuan yang menanggung penderitaan panjang dan terjerumus dalam ritual yang berujung tragedi besar. Misteri seputar Nyi Wengi dan Dhandhang Gendhing pun perlahan terkuak, membawa Wulan pada ancaman masa lalu yang ternyata masih berpengaruh hingga sekarang.

Taskya Namya mengaku memerankan Marni menjadi tantangan tersendiri karena karakter ini menyimpan perjalanan emosional yang kompleks. Ia menyebut adegan flashback Marni sebagai salah satu momen paling menguras emosi selama produksi.

“Karena Marni itu punya flashback yang menguras emosi. Permainannya itu ada rasa, karena dia merasa tidak pernah diterima oleh orang-orang. Dia selalu merasa ditindas, begitu pun keluarganya,” ujar Taskya.

Menurut Taskya, Marni bukan sekadar tokoh yang berubah karena ambisi, melainkan sosok yang menyimpan luka mendalam akibat pengalaman pahit dalam hidupnya. Marni ingin keluar dari penderitaan, menjadi sosok yang lebih kuat, dan berharap keluarganya tidak lagi mengalami penindasan.

“Marni akhirnya merasa, dia tidak mau ditindas lagi. Dia ingin jadi seseorang yang cantik, ingin keluarganya tidak ditindas lagi. Tapi sebenarnya yang dilakukan Marni itu salah. Tanpa disadari, hatinya yang sebenarnya rapuh menyimpan dendam yang begitu besar,” kata Taskya.

Taskya menambahkan, memahami emosi dan latar belakang karakter Marni menjadi salah satu bagian paling menantang selama proses syuting film ini.

Producer Rambut Sewu: Satu Langkah Getih, Zakir Rasyidin, menjelaskan alasan tim produksi mengangkat kisah ini ke layar lebar. Ia menyebut Rambut Sewu berkaitan erat dengan kearifan lokal masyarakat Jawa yang menyimpan kepercayaan tentang cara mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

“Rambut Sewu merupakan sebuah kearifan lokal masyarakat di salah satu daerah di Jawa, yang konon katanya dipercaya sebagai jalan pintas untuk membuat hidup menjadi lebih baik. Sehingga cerita tersebut nampaknya akan menarik jika divisualisasikan dalam film karena mengandung cerita supranatural,” ujar Zakir Rasyidin.

Selain menghadirkan atmosfer horor Jawa yang kuat, “Rambut Sewu: Satu Langkah Getih” juga mengangkat tema kehilangan, penyesalan, dan perjuangan melepaskan diri dari belenggu kutukan.

Film ini dibintangi Taskya Namya sebagai Marni, Wavi Zihan sebagai Wulan-Sundari, dan Yusuf Mahardika sebagai Damar. Sejumlah pemain pendukung turut memperkuat jajaran pemeran, di antaranya Donny Alamsyah sebagai Suradi, Sadana Agung sebagai Tedjo, Bonar Manalu sebagai Bonar, Yewen sebagai Pieter, Ivonne Dahler sebagai Minarti, serta Ihsan Tarore sebagai Ustaz.

Lewat perpaduan horor, misteri, dan drama emosional, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih mengajak penonton menelusuri rahasia lama yang kembali mencari jalan untuk terungkap. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 5 November 2026.

Topik Terkait