Foto : Ist

IntipSeleb – Teknologi kecerdasan buatan kini menghidupkan kembali legenda Pajang-Jipang lewat series kolosal Jaka Tingkir Saga: Bengawan Sore. Cerita yang dulu menjadi tontonan wajib keluarga Indonesia ini hadir kembali dengan cara produksi yang belum pernah ada sebelumnya.

Studio produksi kreatif Kampanye AI resmi meluncurkan series kolosal pertama di Indonesia yang diproduksi seluruhnya menggunakan kecerdasan buatan. Sebanyak 57 episode kisah Jaka Tingkir melawan Arya Penangsang dapat disaksikan mulai hari ini di platform OTT Dynasty Shorts, yang tersedia di Google Play dan App Store, serta melalui situs resmi jakatingkir.id.

Kampanye AI menandai peluncuran ini dengan penayangan perdana di Hades VIP, Jakarta. Acara tersebut dihadiri media, insan kreatif, dan pelaku industri hiburan nasional.

CEO Kampanye AI, Choky Andriano, menjelaskan bahwa series ini lahir dari keinginan menghadirkan kembali nostalgia generasi 90-an sekaligus memperkenalkannya kepada generasi baru.

"Generasi 90-an tumbuh dengan cerita Jaka Tingkir di layar kaca. Kami ingin generasi itu dan anak-anak mereka merasakan kembali kisah yang sama, tapi dengan pengalaman visual yang sama sekali baru. Ini bukan remake, ini cara baru bercerita," kata Choky Andriano, CEO Kampanye AI, Kamis, 3 September 2026.

Andi Sultan, yang juga menjabat sebagai CEO Kampanye AI, mengungkapkan bahwa proses produksi series ini sama sekali tidak melibatkan lokasi syuting fisik. Tim produksi tidak membangun set kerajaan, tidak menyewa ratusan figuran, dan tidak menggunakan kuda sungguhan.

Seluruh dunia Bengawan Sore, mulai dari pendopo Pajang, medan laga di tepi Bengawan, hingga sosok Jaka Tingkir dan Arya Penangsang, dihasilkan sepenuhnya oleh AI. Tim kreatif Kampanye AI merancang setiap elemen tersebut berdasarkan naskah, arahan sutradara, dan ribuan instruksi visual atau prompt.

Kampanye AI juga sudah menyiapkan proyek lanjutan setelah Jaka Tingkir Saga. "Nanti setelah series Jaka Tingkir sukses, kita bakal produksi serial selanjutnya Prabu Siliwangi dan Tutur Tinular," jelas Andi Sultan.

Tim produksi menggarap series ini dengan pendekatan yang mereka sebut Sinema AI. Setiap adegan disutradarai layaknya film layar lebar, lengkap dengan tata kamera, pencahayaan, koreografi laga silat, hingga kontinuitas karakter yang dijaga ketat di seluruh 57 episode.

Pendekatan ini menghasilkan tontonan kolosal berskala besar yang secara konvensional membutuhkan anggaran puluhan miliar rupiah dan ratusan kru. Kampanye AI menyelesaikan seluruh proses tersebut hanya dengan tim kecil dalam hitungan bulan.

"Kami membuktikan bahwa cerita kolosal Nusantara tidak harus menunggu anggaran besar untuk bisa diproduksi. Dengan AI, sejarah dan legenda kita bisa hidup kembali secepat imajinasi kita," tambah Choky Andriano.

Dynasty Shorts memposisikan diri sebagai platform untuk konten vertikal berkualitas setara sinema. Andi Sultan, yang menjabat CEO Dynasty Shorts, menegaskan bahwa Jaka Tingkir Saga menjadi bukti nyata potensi cerita lokal di panggung global.

"Jaka Tingkir Saga adalah judul yang tepat untuk menunjukkan bahwa cerita lokal bisa tampil sekelas produksi global," tegas Andi Sultan, CEO Dynasty Shorts.

Series Jaka Tingkir Saga: Bengawan Sore mengangkat kisah Tanah Jawa pada abad ke-16. Alur cerita bergerak dari kematian Ratu Kalinyamat yang ditinggalkan hingga pertempuran penentuan di tepi Bengawan Sore.

Sepanjang 57 episode, penonton akan mengikuti perjalanan seorang pemuda dari Tingkir yang akhirnya menjadi raja pertama Pajang.

Meski tanpa proses syuting, setiap karakter dalam series ini tetap dihidupkan berdasarkan sosok para pemerannya. Berikut daftar pemeran yang menjadi rujukan visual AI dalam Jaka Tingkir Saga: Bengawan Sore.

Dian Sidik sebagai Jaka Tingkir, Adelia Rasya sebagai Ratu Kalinyamat, Choky Andriano sebagai Arya Penangsang, Dede Wijaya Pratama sebagai Rangkud Angga Candra, Ki Matahun Rianto, S.H., M.A.P. sebagai Sunan Kalijaga, Andi Sultan sebagai Ki Ageng Pamanahan dan Roby sebagai Sunan Kudus.

Jaka Tingkir Saga: Bengawan Sore kini dapat disaksikan penonton di seluruh Indonesia melalui Dynasty Shorts dan situs resmi jakatingkir.id.

Topik Terkait