Foto : Instagram @baimwong

"Ketika pemain mengiyakan karakternya untuk disutradarai sama saya aja saya udah bangga. Kepercayaan mereka itu melebihi segalanya, apalagi sampai jadi nominasi," katanya.

Baim tidak hanya ingin menghibur penonton lewat Semua Akan Baik-Baik Saja. Sebagai penulis cerita, ia menyelipkan pesan personal tentang arti penting keluarga dan berharap film ini mengingatkan penonton agar menjaga hubungan keluarga tetap utuh.

Tema tersebut memiliki kedekatan emosional bagi Baim. Ia mengaku sudah tidak memiliki orang tua, sehingga muncul keinginan kuat untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya keutuhan keluarga.

"Saya sebagai penulis cerita pengen kasih tahu ke orang mengenai keluarga. Karena saya sudah tidak punya orang tua, saya tidak mau ada perpecahan dalam keluarga," ungkap Baim.

Selain persoalan keluarga, Baim berharap film ini memberi perspektif baru bagi penonton. Ia ingin cerita yang ia sampaikan terus membekas setelah film usai ditonton, dan mendorong masyarakat melihat sebuah persoalan dari sudut pandang berbeda.

Baim turut memberi perhatian khusus pada keterlibatan para pemain pendatang baru selama proses produksi. Ia menilai kehadiran wajah-wajah baru memberi warna tersendiri bagi film ini. Mereka bukan sekadar pelengkap, melainkan mendapat kesempatan mengembangkan karakter dan menunjukkan kemampuan di depan kamera.

Ageng Caritos, Ade Rai, dan Alim menjadi beberapa nama yang menurut Baim menyimpan potensi besar, meski sebagian dari mereka belum memiliki pengalaman panjang di dunia seni peran.

Topik Terkait