Desain karakter Rephaim sendiri dibuat oleh produser Robert Ronny dengan inspirasi dari sineas sekaligus sahabatnya, Monty Tiwa.
Robert Ronny mengatakan film ini membawa pesan mengenai hubungan manusia dengan Tuhan di tengah godaan kekuatan gelap.
“Fallen Angels selalu mencoba mempengaruhi manusia untuk membuat perjanjian darah dengan imbalan jiwa mereka. Yang ingin kami angkat di film ini adalah: meskipun manusia telah berdosa dan meninggalkan Tuhan, Tuhan selalu setia. Selama kita masih mau kembali kepada-Nya, Tuhan akan tetap menerima kita dan memberikan berkat serta perlindungan-Nya,” ujar Robert Ronny.
Cerita Tak Lagi Berpusat pada Satu Keluarga
Produser eksekutif Andi Boediman mengungkapkan bahwa Kuasa Gelap: Perjanjian Darah tidak hanya mengandalkan teror sebagai daya tarik utama. Film ini juga membawa cerita tentang konsekuensi dari pilihan yang dibuat generasi sebelumnya.
“Tidak banyak film yang berani mengatakan bahwa kegelapan itu nyata dan bahwa ada jalan untuk menghadapinya. Kami membuat film tentang pilihan yang dibuat satu generasi ternyata harus dibayar oleh generasi berikutnya,” ujar Andi Boediman.
Sementara itu, sutradara Rizal Mantovani menyebut skala cerita dalam sekuel ini dibuat jauh lebih besar dibandingkan film sebelumnya.