Foto : Ist

IntipSeleb – Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 resmi menobatkan para pemenangnya pada malam puncak yang digelar Rabu, 4 November 2026, di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Tulus, Idgitaf, dan no na menjadi nama yang paling mencuri perhatian dalam penyelenggaraan ke-29 ini.

Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) menggelar ajang apresiasi tertinggi bagi insan musik Tanah Air ini dengan dukungan penuh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Acara dimulai pukul 13.30 WIB dan disiarkan langsung melalui YouTube Official AMI Awards, YouTube Kementerian Kebudayaan, dan Indonesiana TV. Penonton juga bisa menyaksikannya lewat Garuda TV, TVRI, dan MaxstreamTV.

Di bidang umum, Idgitaf membawa pulang Album Terbaik lewat Berusaha di Bawah Hujan. Tulus meraih Karya Produksi Terbaik untuk Teh Hijau, sedangkan no na dinobatkan sebagai Pendatang Baru Terbaik.

Tulus juga menyabet Artis Solo Pria Pop Terbaik lewat Teh Hijau. Lagu itu pula yang dipilih publik sebagai Lagu Favorit, sementara Tulus sendiri terpilih sebagai Penyanyi Favorit. Kedua kategori favorit tersebut dipersembahkan oleh Telkomsel.

Idgitaf menambah koleksi penghargaannya dengan Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik lewat Sedia Aku Sebelum Hujan. Lagu yang sama juga menang sebagai Video Lirik Favorit yang dipersembahkan oleh YouTube. Adapun no na memenangkan Karya Produksi Grup Vokal Terbaik lewat lagu no na.

Societeit de Harmonie juga tampil kuat di jalur jazz. Mereka menang di kategori Artis Jazz Alternatif Terbaik lewat Petir dan Album Jazz/Jazz Alternatif Terbaik lewat Ungkapan.

Daftar Lengkap Pemenang AMI Awards 2026

Bidang Pop
Artis Solo Wanita Pop Terbaik: Bernadya (Rabun Jauh)
Artis Solo Pria Pop Terbaik: Tulus (Teh Hijau)
Duo/Grup Pop Terbaik: Perunggu (Pikiran Yang Matang)
Pencipta Lagu Pop Terbaik: Putra Permana dan Ari Lesmana (Sesi Potret)
Penata Musik Pop Terbaik: Yoseph Sitompul (Teh Hijau)
Album Pop Terbaik: iqro' oleh Raim Laode (Produksi Halemia)

Bidang Rock
Artis Solo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik: For Revenge, Stand Here Alone (uKYdS)
Album Rock Terbaik: Jahanam oleh Black Horses (Produksi FireFly Records)

Bidang Jazz
Artis Jazz Terbaik: Tohpati Bigband (Secret Agent)
Artis Jazz Alternatif Terbaik: Societeit de Harmonie (Petir)
Album Jazz/Jazz Alternatif Terbaik: Ungkapan oleh Societeit de Harmonie (Produksi Kuatimane Records)

Bidang Soul/R&B
Artis Solo Soul/R&B Terbaik: Afgan (Kacamata)
Duo/Grup/Kolaborasi Soul/R&B Terbaik: Thee Marloes (I'd Be Lost)

Bidang Soul/R&B Alternatif
Artis Solo Soul/R&B Alternatif Terbaik: Andien (Jatuh Pelan)
Duo/Grup/Kolaborasi Soul/R&B Alternatif Terbaik: Galdive (20 Weeks)

Bidang Dangdut
Artis Solo Wanita Dangdut Terbaik: Lesti (Kura Kura Dalam Perahu)
Artis Solo Pria Dangdut Terbaik: Rhoma Irama (Senyum)
Artis Solo Dangdut Alternatif Terbaik: Selfi Yamma (Pelukan Nyata)
Duo/Grup/Kolaborasi Dangdut Terbaik: Mila DA7 dan Valen DA7 (Meleleh Bahagia)
Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dangdut Elektro Terbaik: Akbar Chalay dan Mingse (Astaga Bercanda)
Pencipta Lagu Dangdut Terbaik: Adibal (Kura Kura Dalam Perahu)
Penata Musik Dangdut Terbaik: Yusup Tojiri (Kura Kura Dalam Perahu)

Bidang Lagu Anak-Anak
Artis Solo Anak-Anak Terbaik: Etenia Croft (Sahabat Terbaik)
Duo/Grup/Kolaborasi Anak-Anak Terbaik: Prince Poetiray dan Quinn Salman (Rukun Sama Teman)
Pencipta Lagu Anak-Anak Terbaik: Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, dan Anindyo Baskoro (Sikilku Iso Muni (Kakiku Bisa Bunyi) [Original Soundtrack from "Na Willa"])
Penata Musik Lagu Anak-Anak Terbaik: Dwiki Dharmawan (Rukun Sama Teman)

Bidang Alternatif
Artis Solo Alternatif Terbaik: Kunto Aji (Berani)
Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Terbaik: Dongker dan Jason Ranti (Disarankan Di Bandung)
Album Alternatif Terbaik: Who Knows Where Life Will Take You? oleh Reality Club (Produksi Reality Club/Universal Music Indonesia)

Bidang Keroncong
Artis Keroncong/Stambul/Langgam/Asli Terbaik: Amrih Basuki Purnomo (Langgam Telaga Sarangan)
Artis Keroncong/Stambul/Langgam/Ekstra/Alternatif Terbaik: Krontjong Toegoe (Jakarta Kota Raja)

Bidang Dance dan Elektronika
Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dance Terbaik: Dipha Barus dan Hindia (Nafas)
Artis Solo/Grup/Kolaborasi Elektronika Terbaik: White Chorus (Mungkin)

Bidang Metal
Artis Solo/Grup/Kolaborasi Metal Terbaik: Burgerkill (Kontinum)
Album Metal Terbaik: The Fallen God oleh Cloath (Produksi Hammersonic Records)

Bidang Rap/HipHop
Artis Solo Rap/HipHop Terbaik: K3bi (Doa)
Duo/Grup/Kolaborasi Rap/HipHop Terbaik: Iwa K dan Chicco Jerikho (DOAMAT!)
Album Rap/HipHop Terbaik: Kasablanka oleh Basboi (Produksi HOMEBOi/EMPIRE)

Bidang Koplo
Artis Solo/Grup/Kolaborasi Koplo Terbaik: Ndarboy Genk dan Banditoz Yaow 86 (Kicau Mania)

Bidang Orkestra
Karya Orkestral Terbaik: Terima Kasih oleh Naura Ayu (Penata Musik Ivan Tangkulung)

Bidang Musik untuk Media Visual
Album Film Scoring Terbaik: Na Willa: Music From The Motion Picture oleh Ofel Obaja (Produksi Visinema)

Bidang Musik untuk Teater/Film Musikal
Lagu Teater/Film Musikal Terbaik: Miliaran Manusia (Original Cast Musikal Perahu Kertas, Dewara Zaqqi, Alya Syahrani, Trust Collective)

Bidang Karya Produksi
Karya Produksi Progresif Terbaik: BURN oleh Isyana Sarasvati dan Agt.Widi
Karya Produksi Reggae/Ska/Rocksteady Terbaik: Lodse oleh Shaggydog, Rebellion Rose, dan The Glad
Karya Produksi Kolaborasi Terbaik: Sesi Potret oleh enau dan Ari Lesmana
Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik: Sikilku Iso Muni (Kakiku Bisa Bunyi) [Original Soundtrack from "Na Willa"] oleh Luisa Adreena dan Azamy Syauqi
Karya Produksi Grup Vokal Terbaik: no na oleh rollerblade
Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik: Negoro Angin oleh Denny Caknan
Karya Produksi Instrumentalia Terbaik: Dim Glow oleh Indra Lesmana
Karya Produksi Musik Global Terbaik: Kidung Walisongo oleh Hasyim Abubakar Yahya, Ki Heri Purwono, dan Mustafa Debu
Karya Produksi Re-Aransemen Terbaik: Salahi Aku (Ku Jatuh Cinta Lagi) oleh Yovie Widianto, Andi Rianto, dan Rony Parulian
Karya Produksi Blues Terbaik: Don't Fall In Love With A Rockstar oleh Karina Christy
Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik: Sedia Aku Sebelum Hujan oleh Idgitaf
Karya Produksi Kontemporer Terbaik: Arangkak oleh Adi Darmawan
Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami Terbaik: Ketika Tangan dan Kaki Berkata oleh Cakra Khan dan Chrisye
Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Nasrani Terbaik: Melodi Cinta-Mu Tuhan oleh Lyodra dan Iskandar Widjaja
Karya Produksi Musik Etno Terbaik: Kumuda Djiwa Gamelan (Mangkunegaran) oleh Peni Candra Rini
Karya Produksi Lagu Pesta Timur Terbaik: Orang Baru Lebe Gacor (Tor Monitor Ketua) oleh Ecko Show, Juan Reza, dan Chesylino
Karya Produksi HipDut Terbaik: MMG (My Mine Gueh) oleh Naykilla

Bidang Penunjang Produksi
Produser Rekaman Terbaik: Kevin Pangestu (Sesi Potret)
Desain Sampul Album Terbaik: Xarein Studio (album (Jangan) Jatuh Cinta oleh Dee Lestari)
Tim Produksi Suara Terbaik: Eko Sulistyo dan Bennytho Siahaan (kota ini tak sama tanpamu (Orchestra Version) oleh Nadhif Basalamah dan Andi Rianto)
Video Musik Terbaik: BURN oleh Isyana Sarasvati dan Agt.Widi (Sutradara Shadtoto Prasetio)
Tim Produksi Vokal Terbaik: Yandi 'Bronsu', Kevin Queency, Ogi Lugas, dan Ensemble Original Cast Musikal Perahu Kertas (Miliaran Manusia)

Bidang Umum
Pendatang Baru Terbaik: no na (rollerblade)
Album Terbaik: Berusaha di Bawah Hujan oleh Idgitaf (Produksi Idgitaf Musik)
Karya Produksi Terbaik: Teh Hijau oleh Tulus

Penghargaan Khusus

International Special Awards untuk Japanese Popular Music diberikan kepada HANA. Penghargaan ini hasil kerja sama dengan Music Awards Japan.

Tiga penerima Lifetime Achievement Awards tahun ini adalah Indrawati Widjaja, Tito Soemarsono, dan Zaenal Combo. Penghargaan Legenda Musik Indonesia jatuh kepada A. Riyanto.

Dari kategori favorit yang melibatkan suara publik, Sedia Aku Sebelum Hujan oleh Idgitaf terpilih sebagai Video Lirik Favorit yang dipersembahkan oleh YouTube. Teh Hijau terpilih sebagai Lagu Favorit, dan Tulus sebagai Penyanyi Favorit, keduanya dipersembahkan oleh Telkomsel.

Topik Terkait