X

Merdan Ghappar mengirim video dan pesan teks kepada keluarganya di bulan Februari 2020 lalu. Pesan-pesan tersebut menawarkan kesaksian yang langka dan terperinci dari sistem penahanan teraman dan rahasia di Xinjiang. Dalam akun tersebut, Merdan memperlihatkan 18 hari yang diisi oleh belenggu dan kepalanya ditutup oleh karung bersama 50 orang lainnya di penjara. 

Model 31 tahun itu mengatakan bahwa dia juga diisolasi di pusat pencegahan epidemi, tempat ia merekam video tersebut. Pihak kerabat mengatakan bahwa dia dibawa secara paksa ke Xinjiang pada bulan Januari setelah menyelesaikan hukuman 16 bulan karena pelanggaran narkoba di kota Foshan, China Selatan, tempat dia tinggal dan bekerja.

Dalam video terlihat bahwa Merdan terduduk diam di pusat pengendalian epidemi, dengan baju kotor dan pergelangan tangan kirinya terborgol ke tempat tidur. Dia juga menyebut bahwa mendengar suara teriakan dari tempat lain di penjara polisi.

“Suatu kali aku mendengar seorang pria berteriak dari pagi hingga sore," kata Merdan dilansir IntipSeleb dari BBC pada Selasa, 18 Agustus 2020.

Kantor Pers Xinjiang Buka Suara

Berita Terkait :

Saksikan Juga

cf-analytic