img_title
Foto : Mesazhi.com

Di usia 19 tahun, Fatima menjadi sekretaris Asosiasi Larangan Alkohol di Birkenhead yang mempertemukannya dengan Abdullah Quilliam, pengacara lokal yang masuk Islam selama perjalanan ke Maroko. Dari situ ia banyak berbincang tentang agama dan Nabi SAW hingga menimbulkan kerinduan di dalam hatinya akan agama.

Putuskan untuk Masuk Islam

berbagai sumber
Foto : berbagai sumber

Sebelumnya, Fatima mendapat gambaran buruk tentang Nabi Muhammad. Ia mengira Muslim haus darah dan Islam disebarkan melalui kekerasan.

Namun, Abdullah menceritakan kisah yang sangat berbeda dari apa yang ia terima sebelumnya dan pertemuan tersebut benar-benar mengubah hidupnya. Begitu tertariknya Fatima sehingga mengajukan serangkaian pertanyaan tentang Islam.

Sebagai tanggapan, Abdullah memberinya Al-Quran terjemahan dan mengatakan “Jangan percaya apa yang saya katakan atau apa yang dikatakan orang lain, pelajari masalah itu sendiri.”

Setelah melewati serangkaian perjalanan, Fatima menjadi wanita pertama yang masuk Islam. Ia mengubah namanya dari Francess menjadi Fatima, mengadopsi nama salah satu putri Nabi Muhammad.

Topik Terkait