Dalam kasus terbaru ini, sebutan super flu merujuk pada subclade K dari H3N2. Varian ini dinilai lebih mudah menular karena kekebalan populasi terhadapnya masih rendah.
“Super flu adalah istilah sensasional yang sebenarnya tidak punya makna medis,” ujar Amesh Adalja, dokter penyakit menular dari Johns Hopkins University.
Baca Juga :
Ia menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan subclade K lebih mematikan dibandingkan strain flu lainnya.
“Tidak ada indikasi bahwa ini lebih parah dibandingkan strain lain. Vaksin tetap melindungi dari penyakit berat, dan antivirus sepenuhnya efektif terhadap strain ini,” jelasnya.
Super Flu vs Flu Biasa, Apa Bedanya?
Dari segi gejala, super flu tidak jauh berbeda dengan flu biasa. Beberapa gejala yang umum dialami antara lain:
- Demam
- Batuk
- Pilek
- Sakit tenggorokan
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Lemas
- Menggigil
- Berkeringat