img_title
Foto : Freepik/benzoix

IntipSeleb – Amerika Serikat tengah mengalami lonjakan kasus influenza yang tidak biasa dan menarik perhatian komunitas medis global. Di tengah peningkatan tersebut, muncul istilah “super flu” yang ramai dibicarakan publik, bahkan dikabarkan sudah masuk ke Indonesia. Meski terdengar mengkhawatirkan, istilah ini sejatinya bukan istilah medis resmi.

Lonjakan kasus flu ini memicu pertanyaan di masyarakat: apa sebenarnya super flu, apa bedanya dengan flu biasa, seberapa berbahaya, dan apakah vaksin influenza masih efektif?

Berdasarkan data terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hingga musim flu saat ini tercatat sekitar 7,5 juta kasus influenza, dengan 81.000 pasien menjalani rawat inap dan 3.100 kematian akibat flu.

Sebagian besar kasus tersebut dikaitkan dengan subclade K, varian dari virus H3N2 yang termasuk dalam influenza A. Bahkan, hampir 90 persen kasus flu baru di Amerika Serikat saat ini berasal dari varian tersebut.

“Indikator keparahan masih relatif rendah saat ini, tetapi aktivitas influenza diperkirakan akan terus berlanjut selama beberapa minggu ke depan,” ungkap CDC, dikutip dari Axios, Jumat, 2 Januari 2026.

Apa Itu Super Flu dan Subclade K?

Perlu diluruskan, super flu hanyalah istilah populer, bukan diagnosis medis. Istilah ini biasanya digunakan ketika ada varian flu yang menyebar lebih cepat atau menimbulkan lonjakan kasus dalam waktu singkat.

Dalam kasus terbaru ini, sebutan super flu merujuk pada subclade K dari H3N2. Varian ini dinilai lebih mudah menular karena kekebalan populasi terhadapnya masih rendah.

“Super flu adalah istilah sensasional yang sebenarnya tidak punya makna medis,” ujar Amesh Adalja, dokter penyakit menular dari Johns Hopkins University.

Ia menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan subclade K lebih mematikan dibandingkan strain flu lainnya.

“Tidak ada indikasi bahwa ini lebih parah dibandingkan strain lain. Vaksin tetap melindungi dari penyakit berat, dan antivirus sepenuhnya efektif terhadap strain ini,” jelasnya.

Super Flu vs Flu Biasa, Apa Bedanya?

Dari segi gejala, super flu tidak jauh berbeda dengan flu biasa. Beberapa gejala yang umum dialami antara lain:

  • Demam
  • Batuk
  • Pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Lemas
  • Menggigil
  • Berkeringat

Perbedaan utama terletak pada kecepatan penyebaran. Varian ini menyebar lebih cepat sehingga jumlah kasus melonjak dalam waktu singkat, membuat fasilitas kesehatan kewalahan.

Apakah Super Flu Lebih Berbahaya?

Para pakar menilai super flu bukan virus baru yang misterius. Istilah ini lebih menggambarkan pola penularan yang agresif, bukan tingkat keparahan penyakit yang lebih tinggi.

Meski demikian, kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis tetap diminta waspada. Vaksin influenza, konsumsi antivirus sesuai anjuran dokter, serta menjaga daya tahan tubuh menjadi langkah penting menghadapi musim flu ini.

Topik Terkait