Ada sejumlah faktor yang memicu munculnya Sunday Blues. Salah satunya adalah transisi dari waktu santai menuju rutinitas yang penuh tekanan.
Ketika seseorang menikmati akhir pekan untuk berlibur atau berkumpul bersama keluarga, otak akan merespons perubahan tersebut sebagai pengalaman yang menyenangkan. Namun saat Minggu sore tiba, pikiran mulai dipenuhi daftar pekerjaan, target mingguan, hingga tanggung jawab lain yang belum selesai.
Baca Juga :
Selain itu, kondisi pekerjaan yang melelahkan, lingkungan kerja yang kurang nyaman, beban akademik, hingga kurangnya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan juga dapat memperkuat munculnya Sunday Blues.
Gejala yang Sering Muncul
Setiap orang dapat mengalami gejala yang berbeda. Namun secara umum, Sunday Blues ditandai dengan:
- Perasaan cemas atau gelisah menjelang Senin.
- Sulit menikmati sisa waktu akhir pekan.
- Mood menurun tanpa alasan yang jelas.
- Sulit tidur pada Minggu malam.
- Pikiran dipenuhi kekhawatiran tentang pekerjaan atau sekolah.
- Merasa tidak bersemangat saat memulai minggu baru.