IntipSeleb – Dalam hubungan asmara, perselingkuhan biasanya identik dengan adanya hubungan fisik atau kedekatan emosional yang dilakukan secara diam-diam dengan orang lain. Namun, di era media sosial, batas antara sekadar berteman dan melakukan tindakan yang bisa melukai pasangan terkadang menjadi semakin samar.
Salah satu istilah yang belakangan banyak digunakan untuk menggambarkan perilaku tersebut adalah micro cheating.
Lantas, micro cheating adalah apa? Apakah sekadar memberikan tanda suka di media sosial bisa disebut selingkuh? Atau mengirim pesan kepada mantan secara diam-diam sudah termasuk micro cheating?
Istilah ini memang tidak memiliki batasan yang sama untuk setiap pasangan. Namun, sejumlah pakar hubungan menggambarkannya sebagai tindakan-tindakan kecil yang berada di area abu-abu antara kesetiaan dan perselingkuhan.
Micro Cheating Adalah?
Micro cheating adalah perilaku kecil yang dapat dianggap melanggar batas kesetiaan atau kepercayaan dalam sebuah hubungan, tetapi belum tentu masuk dalam kategori perselingkuhan secara langsung.
Menurut Healthline, micro cheating dapat berupa tindakan yang secara emosional, fisik, atau seksual sudah lebih dari batas yang disepakati dalam suatu hubungan. Perilaku tersebut dapat berbeda pada setiap pasangan karena setiap hubungan memiliki aturan dan batasan masing-masing.
Sementara itu, Psychology Today menjelaskan micro cheating sebagai pelanggaran kecil terhadap kepercayaan yang belum sampai pada tahap perselingkuhan fisik. Contohnya termasuk menyembunyikan komunikasi dengan mantan atau menjalin percakapan secara diam-diam dengan seseorang yang dianggap menarik.
Dengan kata lain, micro cheating bukan sekadar persoalan apa yang dilakukan, tetapi juga bagaimana tindakan tersebut dilakukan dan apakah pasangan merasa batas kepercayaan telah dilanggar.
Contoh Micro Cheating yang Sering Tak Disadari
Micro cheating terkadang sulit dikenali karena tindakan yang dilakukan terlihat sepele. Bahkan, pelakunya bisa saja menganggap perilaku tersebut hanya bentuk pertemanan biasa.
Berikut beberapa contoh yang patut diperhatikan:
1. Terlalu Sering Mengirim Pesan kepada Orang Tertentu
Berkomunikasi dengan teman, rekan kerja, atau orang lain tentu bukan sesuatu yang salah. Namun, situasinya bisa berbeda ketika komunikasi tersebut dilakukan secara intens, bernuansa menggoda, atau sengaja disembunyikan dari pasangan.
Terlebih jika seseorang mulai memberikan perhatian yang seharusnya lebih banyak diberikan kepada pasangannya kepada orang lain.
2. Diam-Diam Menghubungi Mantan
Menjalin hubungan baik dengan mantan sebenarnya tidak otomatis berarti selingkuh. Akan tetapi, menyembunyikan komunikasi dengan mantan, menghapus percakapan, atau sengaja merahasiakan pertemuan dapat menjadi masalah ketika hal tersebut bertentangan dengan kesepakatan dalam hubungan.
Healthline memasukkan komunikasi dengan mantan dan sejumlah interaksi media sosial sebagai contoh perilaku yang bisa masuk kategori micro cheating, tergantung batasan masing-masing pasangan.
3. Flirting di Media Sosial
Memberikan komentar genit, rutin membalas Instagram Story seseorang, mengirim pesan pribadi dengan nada menggoda, atau sengaja mencari perhatian dari orang yang dianggap menarik juga dapat menjadi area abu-abu.
Masalahnya bukan semata-mata karena interaksi tersebut dilakukan secara online, melainkan ketika ada unsur ketertarikan romantis dan perilaku tersebut sengaja disembunyikan.
4. Menyembunyikan Percakapan
Salah satu tanda yang cukup penting adalah adanya usaha untuk menutupi interaksi tertentu.
Misalnya, seseorang sengaja menghapus chat, menyembunyikan notifikasi, atau merasa panik ketika pasangannya melihat percakapan dengan orang tertentu.
Psychology Today menyebut upaya menyembunyikan interaksi dengan orang lain sebagai salah satu tanda yang dapat mengarah pada micro cheating.
5. Memberikan Perhatian Berlebihan kepada Orang Lain
Perhatian menjadi masalah ketika porsinya mulai menggeser posisi pasangan.
Misalnya, ketika mendapat kabar bahagia seseorang justru langsung menghubungi orang lain yang dianggap spesial, atau lebih bersemangat berbagi cerita dengan orang tersebut dibandingkan dengan pasangan.
Healthline juga menyebut bahwa menginvestasikan terlalu banyak waktu, energi, dan pikiran kepada seseorang di luar hubungan dapat menjadi salah satu bentuk micro cheating.
6. Sengaja Menyembunyikan Status Hubungan
Perilaku lain yang patut diperhatikan adalah ketika seseorang sengaja tidak mengakui bahwa dirinya sedang menjalin hubungan, terutama ketika berinteraksi dengan orang yang berpotensi menjadi pasangan romantis.
Hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa seseorang ingin tetap membuka peluang dengan orang lain.
Apakah Like Foto Orang Lain Termasuk Micro Cheating?
Pertanyaan ini cukup sulit dijawab dengan ya atau tidak.
Memberikan tanda suka pada unggahan orang lain pada dasarnya merupakan aktivitas biasa di media sosial. Namun, konteksnya bisa berubah apabila dilakukan secara berlebihan, ditujukan kepada seseorang yang memiliki ketertarikan romantis, disertai komentar menggoda, atau sengaja dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Karena itu, tidak setiap like, komentar, atau pesan pribadi dapat langsung disebut micro cheating.
Sebuah artikel Le Monde yang membahas batas perselingkuhan di era digital juga menyoroti bahwa definisi tindakan yang dianggap selingkuh semakin subjektif. Batas tersebut pada akhirnya banyak ditentukan oleh kesepakatan dan tingkat kepercayaan masing-masing pasangan.
Bedanya Micro Cheating dengan Emotional Cheating
Meski memiliki kaitan, micro cheating dan emotional cheating bukanlah hal yang sepenuhnya sama.
Micro cheating lebih luas dan dapat mencakup tindakan-tindakan kecil yang menyentuh batas hubungan, seperti flirting, menyembunyikan komunikasi, hingga memberikan perhatian berlebihan kepada orang lain.
Sementara itu, emotional cheating lebih mengarah pada terbentuknya kedekatan emosional yang intens dengan seseorang di luar pasangan, hingga hubungan tersebut mulai mengurangi kedekatan atau keterikatan dengan pasangan sendiri.
Dengan demikian, micro cheating bisa menjadi salah satu perilaku yang berada di area menuju perselingkuhan emosional, tetapi tidak selalu berkembang menjadi hal tersebut.
Tanda-Tanda Micro Cheating dalam Hubungan
Ada beberapa hal yang bisa menjadi sinyal untuk diperhatikan, antara lain:
- Sering menyembunyikan komunikasi dengan seseorang.
- Menghapus chat agar tidak diketahui pasangan.
- Terlalu defensif ketika ditanya tentang orang tertentu.
- Memberikan perhatian berlebihan kepada orang lain.
- Sering melakukan flirting melalui media sosial.
- Sengaja tidak mengungkapkan status hubungan.
- Memprioritaskan orang lain secara emosional.
- Menjalin komunikasi dengan seseorang yang dianggap menarik secara diam-diam.
Namun, tanda-tanda tersebut tidak bisa dijadikan bukti tunggal bahwa seseorang telah berselingkuh. Psychology Today juga menekankan bahwa definisi micro cheating bersifat subjektif dan bergantung pada ekspektasi serta batasan yang berlaku dalam hubungan tersebut.
Bagaimana Cara Menghadapi Micro Cheating?
Jika merasa pasangan melakukan sesuatu yang melewati batas, sebaiknya jangan langsung mengambil kesimpulan atau melakukan tindakan berdasarkan emosi.
Langkah pertama adalah membicarakannya secara terbuka.
Jelaskan tindakan apa yang membuat merasa tidak nyaman dan mengapa perilaku tersebut dianggap melewati batas. Hindari percakapan dengan tuduhan seperti "kamu pasti selingkuh" dan fokus pada perilaku serta perasaan yang muncul.
Pasangan juga perlu memiliki kesepakatan yang jelas mengenai batas hubungan. Misalnya, apakah komunikasi dengan mantan diperbolehkan, bagaimana batas flirting di media sosial, atau apakah bertemu berdua dengan orang yang memiliki ketertarikan romantis dianggap masalah.
Pakar hubungan yang dikutip Verywell Mind juga menyarankan komunikasi terbuka dan penetapan kembali batas hubungan ketika menghadapi persoalan micro cheating.
Pada akhirnya, micro cheating bukan hanya soal chat, like, atau siapa yang dihubungi. Persoalan utamanya adalah kepercayaan, transparansi, dan batas yang telah disepakati bersama.
Sebab, sesuatu yang dianggap sepele oleh satu pasangan belum tentu terasa sepele bagi pasangan lainnya.
Hubungan yang sehat bukan berarti tidak boleh memiliki teman atau berinteraksi dengan orang lain. Yang lebih penting adalah adanya kejujuran, rasa hormat, dan kesediaan untuk menjaga batas yang telah disepakati bersama.
Jadi, sebelum buru-buru menyebut pasangan melakukan micro cheating, ada baiknya bertanya lebih dulu: apakah perilaku tersebut memang sudah melanggar kesepakatan dalam hubungan, atau hanya berbeda cara memandang batas kesetiaan?