Ada pergeseran fokus dari “Apa yang akan dia pikirkan?” menjadi “Apa yang membuat aku bahagia?”
Psikologi Today mencatat bahwa seseorang yang masih terus-menerus memikirkan mantan, termasuk dengan mempertahankan kemarahan atau kebencian yang intens, bisa jadi masih memiliki keterikatan emosional terhadap hubungan tersebut.
4. Kamu Mulai Menikmati Hidupmu Sendiri
Setelah hubungan berakhir, kamu mungkin sempat merasa ada bagian dari hidup yang hilang.
Rutinitas berubah. Tidak ada lagi pesan selamat pagi, telepon sebelum tidur, atau seseorang yang selalu diajak berbagi cerita.
Namun, perlahan kamu mulai menemukan kesenangan dari hal-hal sederhana.
Pergi bersama teman, mencoba hobi baru, fokus pada pekerjaan, menikmati waktu sendiri, atau sekadar menghabiskan akhir pekan dengan tenang tidak lagi terasa menyedihkan.
Kamu mulai menyadari bahwa kebahagiaan tidak harus datang dari hubungan romantis.
Putus cinta memang dapat membuat seseorang merasa kehilangan sebagian identitas atau rutinitasnya. Namun, fase tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk kembali mengenal diri sendiri dan membangun kehidupan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pribadi.