"Saya ingin ketika membuat sesuatu itu ada roh dan nyawa. Maka sebagai seseorang yang berjalan selangkah demi selangkah, saya percaya ini semua ada cerita," ujar Anne Avantie di Grha Besuki, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Oktober 2026.
Pemilihan perca batik bukan tanpa alasan. Potongan kain yang memiliki corak dan karakter berbeda tersebut disatukan menjadi satu kesatuan yang harmonis. Filosofi ini menggambarkan kehidupan manusia dengan latar belakang beragam yang tetap dapat berjalan bersama melalui kasih dan rasa saling menghormati.
Di tangan Anne Avantie, material yang kerap dipandang sebagai sisa kain justru memperoleh makna baru. Perca batik menjadi bagian penting dari sebuah persembahan yang membawa identitas budaya Indonesia ke panggung internasional.
Pesan tersebut dirangkum dalam ungkapan yang menjadi filosofi utama karya Tresna Suci.
"Jadilah jarum yang MENYATUKAN, jangan menjadi GUNTING yang MEMISAHKAN."
Ungkapan ini mengajak setiap orang untuk memilih menjadi bagian dari upaya merawat persaudaraan, bukan memperbesar perbedaan. Seperti jarum yang menyatukan lembaran kain, manusia diharapkan mampu membangun hubungan melalui kepedulian, ketulusan, dan kasih terhadap sesama.