img_title
Foto : Instagram/@mirfanibr

IntipSeleb – Tugu Kujang merupakan salah satu bangunan ikonik yang ada di Kota Bogor. Seperti namanya, Tugu Kujang memiliki bentuk menyerupai senjata pusaka dari Jawa Barat yakni Kujang. Keberadaan tugu ini rasanya sudah cukup banyak dikenal oleh semua orang.

Di setiap daerah di Indonesia memang kerap kali memiliki tugu sebagai bangunan ikoniknya. Bentuk tugu di setiap daerah pun berbeda-beda tergantung setiap wilayah dan budaya yang ada di daerah tersebut.

Jika anda sedang ada di daerah Kota Bogor, anda bisa untuk menyempatkan diri datang ke Tugu Kujang atau hanya sekadar melewatinya. Lokasi Tugu Kujang yang cukup mudah ditemui, belum lagi bangunannya cukup menarik untuk dilihat. Terlebih lagi saat malam hari, saat malam tiba, lampu-lampu di sekitaran Tugu Kujang menyala indah.

Tugu Kujang sendiri diketahui memiliki tinggi mencapai kisaran 25 meter dari atas permukaan tanah. Sedangkan untuk luasnya, tugu ini disebut-sebut memiliki luas 26 meter x 23 meter. Cukup tinggi da besar untuk ukuran sebuah tugu. Tugu Kujang ini berdiri kokoh menghadap ke arah lokasi Istana Bogor.

Setiap bangunan tentunya memiliki sejarahnya masing-masing. Banyak hal menarik yang tersimpan dari berdirinya sebuah bangunan. Begitu pula dengan Tugu Kujang. Lantas seperit apa ya sejarah menarik dari Tugu Kujang? Simak artikel berikut ini untuk mengetahui selengkapnya.

Lokasi Tugu Kujang

Instagram/@dekaphy
Foto : Instagram/@dekaphy

Tugu Kujang berlokasi di Jalan Raya Padjajaran, Jalan Otto Iskandar, Jalan Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat. Lebih tepatnya berada di simpang tiga jalan raya Pajajaran, Otista, dan Baranangsiang. Jika anda sedang berlibur di sekitar daerah Bogor, tak lengkap rasanya jika tidak melihat bangunan ikonik yang satu ini.

Sebab tak perlu membayar, anda bisa melihat tugu ini secara gratis dan kapan saja. Rute yang perlu anda lalui jika ingin datang ke sini pun cukup mudah. Jika anda turun dari Stasiun Bogor, maka anda bisa naik angkot berwarna merah dengan No. 03, lalu turun di Botani Square.

Kemudian jika anda ingin menuju Tugu Kujang dari terminal Baranangsiang, anda hanya perlu berjalan kaki menuju lokasi, sebab tempatnya cukup dekat. Jalan kaki pun hanya akan memerlukan waktu sekitar 7 menit saja, sebab jaraknya hanya 600 meter saja.

Sedangkan jika anda yang hendak datang dari luar kota, anda bisa mengandalkan google maps untuk petunjuk arah. Sebab lokasi yang tertera di google maps cukup akurat sehingga tidak akan membuat anda tersasar. Selain itu karena lokasinya yang berada di Kota, jadi tak sulit untuk menemukan tugu yang satu ini.

Sejarah Tugu Kujang

Instagram/@tedirachman
Foto : Instagram/@tedirachman

Jika membahas sebuah bangunan, tak lengkap rasanya jika tidak mengulik tentang sejarahnya. Tugu Kujang telah dibangun sejak 14 Mei 1982. Disebutkan bahwa tugu tersebut memiliki berat mencapai 800kg. Tugu Kujang dibangun pada masa pemerintahan Walikota Achmad Sobana, dengan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp80 juta.

Ternyata bangunan yang disebut sebagai ikonik Kota Bogor ini dibangun sebagai bentuk penghormatan pada masa kerajaan Sunda yang dulu ibu kotanya Pakuan Pajajaran. Disebutkan bahwa dahulu kala berperang, senjata yang digunakan adalah Kujang.

Konon sejak zaman Kerajaan Pajajaran di kisaran abad ke 14, pusaka Kujang sudah cukup dikenal di kalangan masyarakat Sunda. Dahulu Kujang berfungsi sebagai alat pertanian. Oleh sebab itu pusaka yang satu ini tak bisa dipisahkan dari masyarakat Sunda terutama pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi.

Kemudian saat para penjajah asing datang ke Indonesia, senjata ini tak lagi sekadar menjadi alat pertanian saja. Namun juga digunakan untuk melawan serta mengusir para penjajah yang datang. Zaman dulu memang Indonesia masih belum memilki senjata modern, sehingga memanfaatkan apapun yang ada untuk melawan bangsa lain.

Meskipun hanya berbekal senjata sederhana, namun nyatanya Kujang dapat mengusir dan mengambil kembali kekuasaan wilayah yang dimiliki masyarakat setempat. Oleh sebab itu kemudian Kujang dijadikan sebuah simbol pusaka.

Instagram/@dea.kariza
Foto : Instagram/@dea.kariza

Hingga saat ini, konon Kujang masih sering kali digunakan oleh masyarakat Baduy, Banten, dan Pancer Pengawinan di Sukabumi, Jawa Barat untuk alat pertanian. Tertera dalam pernyataan naskah kuno Sanghyang Siksa Ng Karesian (1518 masehi) ataupun tradisi lisan yang telah banyak berkembang di beberapa daerah.

Kabarnya ada beberapa versi asal kata Kujangm ada yang menyebut bahwa Kujang berasal dari Bahasa Sunda kuno yakni “Kudi” dan “Hyang”. “Kudi” jika diartikan berarti senjata yang memiliki kekuatan gaib sedangkan kata “Hyang” sendiri yang berarti Dewa. Namun ada yang yang mengaitkannya dengan kata “Ujang” yang memiliki artis sebagai Manusia.

Kemudian seiring perkembangan waktu, terjadi perkembangan teknologi, budaya, sosial, serta nilai ekonomi bagi masyarakat Sunda. Hal ini lah yang kemudian membuat Kujang memiliki pergeseran bentuk, fungsi serta maknanya. Kini Kujang lebih memiliki arti sebagai senjata yang memiliki nilai simbolik dan sakral.

Begitu berarti dan panjanganya sejarah Kujang di masyarakat Sunda sehingga tak heran jika kemudian didirikan tugu yang berbentuk Kujang. Dahulu di belakang Tugu Kujang, anda akan disuguhkan dengan pemandangan indah dari Gunung Salak. Namun seiring perkembangan zaman dan banyaknya bangunan yang mulai bermunculan, pemandangan itu mulai hilang tertutup oleh gedung-gedung tinggi.

Disebutkan dalam literatur sejarah pada masa kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran terletak di Kota Bogor. Oleh sebab itu lah kemudian didirikan monumen yang dimana di bagian puncak tugu dibuat sebagai senjata tradisional Jawa Barat yakni Kujang.

Hal menarik lainnya dari Tugu Kujang adalah adanya Motto “Dinu Kiwari Ngancik Nu Bihari Seuja Ayeuna Sampeureun Juga”. Motto yang tertulis pada tugu bagian bawah ini memiliki arti, yaitu “Apa Yang Dilakukan Hari Ini Dan Esok Harus Lebih Baik Dari Hari-hari Sebelumnya”. Disebutkan bahwa motto tersebut berasal dari prasasti Lingga serta Batutulis yang ada pada Kerajaan Pajajaran yang pada masa itu dipimpin oleh Sri Baduga Maharaja Ratu Adil.

Demikian adalah sederet informasi mengenai Tugu Kujang. Jika anda memang memiliki waktu atau kesempatan berkunjung ke Kota Bogor, tidak ada salahnya untuk melewati atau mampir sebentar untuk melihat bangunan ikonik dari Kota Bogor ini.

Anda juga bisa menyempatkan diri berswafoto di bangunan ikonik ini. Namun perlu diperhatikan, karena lokasi Tugu yang berada di pesimpangan jalan besar, anda perlu berhati-hati dengan kendaraan yang melintas.

Ada baiknya jika anda ingin memotret tugu tersebut, anda memposisikan diri di trotoar jalanan yang aman dan sekiranya tidak mengganggu ketertiban lalu lintas atau pun pejalan kaki yang melintas. Jika anda datang di malam hari, pemandangan yang disungguhkan semakin bagus.

Hal ini lantaran lampu-lampu di sekitar yang menyala indah di tengah gelap langit malam Bogor. Akhir kata semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda dan selamat menikmati berlibur! (bbi)

Berita Terkait
Topik Terkait