X

“Sepertiga dari orang-orang di mv remix DNA Jay Park, memakai rambut gimbal, kepang, durag (topi kain ketat), dll. bahkan tidak akan dapat menyebutkan 5 negara Afrika, asal usul gaya rambut itu dan akan diam jika menyangkut masalah kulit hitam seperti rasisme di korea. ITULAH MASALAHNYA!,” komentar netizen lain.

Jay park berbicara tentang bangga menjadi orang Korea dan itulah yang dimaksud dengan remix DNA. Mengapa ketika saya membuka MV saya ditampar dengan perm 4C (rambut kriting), kepang, dan banyak lagi CA (cultural appropriation atau apropriasi budaya). Lelucon mutlak,” ujar netizen lainnya.

Jay Park Angkat Bicara

img_title
Foto : H1GHR MUSIC/YouTube

Mengetahui kontroversi tentang lagunya yang dinilai sebagai apropriasi budaya atau mengambil budaya lain, Jay Park segera memberikan pernyataannya melalui komentar di video klip tersebut.

Orang-orang kulit hitam dan Latin menciptakan Hip Hop. Kami memahami itu dan menganggapnya luar biasa dan bersyukur Anda telah membagikannya kepada dunia. Hip Hop membuat kita merasa dibebaskan dan diberdayakan. Ini memberi kita kesempatan agar suara kita didengar dan untuk mengekspresikan diri kita dengan cara yang mungkin dianggap tidak cocok oleh masyarakat,” tulis Jay Park dalam kolam komentar video klip DNA Remix.

Berita Terkait :

Saksikan Juga