X

IntipSeleb – Jihyo TWICE memberikan klarifikasi terkait dirinya yang ‘menghilang’ di ajang penghargaan Mnet Asian Music Awards (MAMA) 2019 pada 4 Desember lalu. Kala itu, kekasih dari Kang Daniel ini kerap menunjukkan ekspresi wajah sedih dan tidak bersemangat.

Bahkan ketika TWICE meraih penghargaan Favorite Female Artist di MAMA 2019, Jihyo hilang dari sorotan dan memilih istirahat di belakang panggung. ONCE, sebutan nama fandom untuk TWICE, mengaitkan kejadian tersebut dengan kondisi Kang Daniel yang kian memburuk. Sebelum MAMA 2019, mantan center dalam Wanna One itu sempat memposting curhatan tentang depresi yang dideritanya karena komentar negatif. 

Baca Juga: Kang Daniel Depresi, Jihyo TWICE Tumbang di Bandara

Sejak saat itu, banyak orang yang mulai menyebarkan rumor bahwa Jihyo tidak bisa fokus tampil di ajang penghargaan tersebut karena apa yang terjadi dengan sang kekasih. Akhirnya, idola kelahiran 1997 ini angkat bicara.

Jihyo TWICE Angkat Bicara Soal Kejadian di MAMA 2019

Jihyo TWICE
Jihyo TWICE di MAMA 2019. (Sumber Foto: Osen)

Pada Minggu, 5 Januari 2020, Jihyo membuka sesi obrolan bersama ONCE lewat aplikasi VLIVE. Artis asuhan JYP Entertainment itu memberikan klarifikasi soal kejadian di MAMA 2019 beberapa waktu lalu. Jihyo menyebutkan alasannya menghilang di pertengahan acara karena merasa tidak enak badan. 

Oh iya. Kalian tahu kan ketika aku menghilang di pertengahan acara MAMA 2019. Izinkan aku untuk memberikan klarifikasi karena ada beberapa orang (yang) haus akan perhatian terus mengoceh tentang apa yang terjadi. Aku merasa sedikit sakit. Hahaha,” tulis Jihyo, dikutip dari Koreaboo.

Kemudian dia melanjutkan, “Aku minta maaf karena sepertinya banyak orang yang bersenang-senang, mencoba menjatuhkanku dengan kritik mereka. Tapi ya, tidak ada yang bisa aku lakukan karena sakit,” begitu klarifikasi dari Jihyo.​

Jihyo TWICE Dianggap Ketus dan Sombong

Jihyo TWICE
Klarifikasi Jihyo TWICE. (Sumber Foto: Koreaboo)

Namun, klarifikasi Jihyo lantas menjadi bahan perbincangan K-Netz. Tidak tanggung-tanggung, perempuan berusia 22 tahun itu menerima kritikan pedas dari publik karena dianggap ketus dan tidak sopan ketika berkomunikasi dengan penggemarnya.

Dalam pernyataannya, Jihyo menggunakan kata informal dalam bahasa Korea ‘​앵웅’ (dibaca: ung aeng ung) yang berarti mengoceh atau bergumam. Itu merupakan istilah kekinian yang seringkali digunakan di media sosial. Kata tersebut artinya mirip dengan ‘blah blah blah’ atau ‘da da da’. Lebih spesifik, biasanya digunakan ketika seseorang berargumen dengan cara mengejek. Sementara dalam bahasa Inggris, seperti intonasi arogan dari kata ‘or whatever’.

Reaksi K-Netz

Jihyo TWICE
Sumber Foto: Newsen

Karena tindakan tersebut, Jihyo dianggap angkuh oleh sebagian besar K-Netz. Mereka menganggap sang mantan kontestan program survival SIXTEEN tersebut mengejek penggemar yang telah mengkhawatirkan kondisinya saat berada di MAMA 2019. Banyak yang mengira dia menyebut penggemarnya sendiri sebagai pencari perhatian. Tentu ONCE membela sang idola dan mengatakan bahwa kalimat tersebut ditujukan kepada orang-orang yang menyebarkan rumor tentang dirinya.

Jihyo mendapat banyak kritikan dari kaum laki-laki karena menuliskan kata ‘앵웅’ (dibaca: ung aeng ung) tersebut. Kata tersebut diketahui digunakan para wanita untuk mengkritik pria, dan seringkali dihubungkan dengan isu feminisme di Korea Selatan, yang notabene sangat sensitif. 

Aku pikir dia adalah idola Kpop pertama yang memanggil penggemarnya (yang) memberikan kritik sebagai pencari perhatian dan kemudian menuduh mereka '웅 앵웅'. Apa yang dilakukan oleh penggemar sehingga mendapat perilaku seperti ini? Memang benar ini (tindakan) yang tidak dipikirkannya,” tulis seorang K-Netz.

Aku mengerti perasaan frustasinya tetapi tidak dewasa (baginya) untuk mengatakan itu,” ungkap K-Netz lain.

Pilihan kosa kata dan cara bicara Jihyo adalah cerminan karakternya,” timpal K-Netz lain. 

Menggunakan kata ‘웅 앵웅' sudah menjadi masalah tersendiri. Tapi cara dia memperlakukan orang dengan kata-katanya adalah masalah yang lebih besar,” ujar seorang K-Netz.

Bagaimana pendapatmu tentang hal ini, guys?