X

IntipSeleb – Keselamatan para member TWICE belakangan ini sangat terancam. Pasalnya, privasi mereka sebagai idola Kpop kerap diusik oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Mulai dari adanya sasaeng atau penguntit hingga tersebarnya nomor telepon pribadi. Tidak sedikit dari mereka yang meneror grup asuhan JYP Entertainment ini dengan menghubungi secara terus-menerus. 

Salah satu member TWICE yakni Chaeyoung akhirnya mengungkapkan kegelisahannya melalui akun Instagram resmi @twicetagram pada Minggu, 26 Januari. Hal tidak menyenangkan tersebut ternyata menimpanya serta anggota grup yang lain. 

Chaeyoung TWICE Muak dengan Sasaeng

Chaeyoung TWICE
Sumber Foto: @twicetagram/Instagram

Perempuan kelahiran 1999 tersebut mengunggah foto buah stroberi diikuti dengan caption panjang. Awalnya, dia mengungkapkan bahwa batas kesabarannya sudah habis usai mengetahui nomor telepon pribadinya tersebar di media sosial. Semenjak saat itu, banyak orang yang menghubungi dan mengirimkan pesan kepada Chaeyoung tanpa henti. 

“Aku rasa, aku telah mencapai batas, yang mana aku terdiam dan menunggu seseorang untuk mundur dan menunggu waktu yang tepat. Saat 11 angka acak itu (nomor telepon) diposting di internet oleh seseorang tanpa pertimbangan atau rasa hormat, handphoneku dibanjiri dengan panggilan dan pesan teks. Dan hal itu membuatku melihat hal-hal yang seharusnya tidak aku lihat. Masalah seperti ini tidak hanya terjadi padaku, tetap juga para member (TWICE) yang aku cintai, dan banyak idola lainnya dari agensi kami,” tulis Chaeyoung, seperti dikutip dari Soompi.

Seperti diketahui, penyebaran nomor telepon pribadi memang tidak hanya terjadi pada TWICE. Namun juga menimpa artis asuhan JYP lainnya, seperti GOT7. 

Meminta Penggemar untuk Mencintai TWICE dengan Cara ‘Sehat’

Chaeyoung TWICE
Sumber Foto: @twicetagram/Instagram

Disebutkan pula bahwa Chaeyoung mengetahui bahwa orang-orang yang kerap menghubunginya adalah para ONCE, sebutan nama fandom untuk TWICE. Namun, idola berusia 20 tahun itu memohon kepada penggemar untuk memberikan cinta dan dukungan dengan cara yang sehat. Bukan dengan menghantui kehidupan sang idola. 

“Aku meminta kalian untuk berpikir, bahkan hanya sesaat, tentang bagaimana panggilan dan tindakan kalian yang tidak pernah kalian pikirkan baik-baik, selain mengemasnya dan mengatakan bahwa itu adalah bentuk kesukaan dan cinta, malah membuat begitu banyak orang merasa lelah, gugup , dan usang,” kata Chaeyoung.

“Dan jangan biarkan perilaku kalian seperti ini justru membawa nama buruk kepada nama fandom atau penggemar lainnya yang mengirimkan kesukaan dukungan, dan cinta mereka kepada kami dengan cara yang benar dan sehat. Aku bukan orang yang mudah terguncang oleh masalah seperti ini. Aku tidak menulis ini karena aku tidak dapat menahan amarahku. Aku hanya ingin memastikan bahwa aku telah menyampaikan bahwa hal ini salah. Bahwa ini adalah sesuatu yang memalukan,” tutupnya.

Pernyataan Resmi JYP Entertainment

Chaeyoung TWICE
Sumber Foto: @twicetagram/Instagram

Menanggapi kejadian kurang menyenangkan yang harus dihadapi oleh artis asuhannya, JYP Entertainment mulai angkat bicara. Pihak agensi menyebutkan untuk kesekian kalinya bahwa mereka sedang melakukan sebuah tindakan untuk melaporkan pelaku tersebut kepada pihak berwajib.

“Kami telah mengkonfirmasi bahwa informasi pribadi (nomor telepon) Chaeyoung TWICE telah bocor secara online dan saat ini sedang menyebar. Sebagai hasilnya, Chaeyoung dihubungi oleh orang-orang yang telah mendapatkan nomornya. Membocorkan secara ilegal, memperoleh, dan menyebarkan informasi pribadi sedemikian rupa, serta menghubungi orang yang informasinya bocor, merupakan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi dan dapat dikenakan tindakan hukum,” tandas JYP Entertainment.

“Kami telah mengkonfirmasi dan mengumpulkan bukti yang tepat dari informasi pribadi yang diposting di media sosial, dan contoh upaya konsisten untuk menghubungi Chaeyoung. Mengenai hal ini, kami ingin memberitahu kalian bahwa kami akan segera mengambil tindakan dan mengajukan pengaduan terhadap orang yang memposting informasi di media sosial atas dasar pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi,” lanjutnya. 

“Kebocoran dan berbagi informasi pribadi secara ilegal menyebabkan penderitaan besar dan ketidaknyamanan bagi artis kami. Untuk menghentikan ini, agensi kami akan terus mengumpulkan bukti dari kasus-kasus seperti itu dan kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mengambil tindakan terhadap mereka,” tutup pihak agensi.