img_title
Foto : JKT48

IntipSeleb – Kecanggihan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kembali menuai polemik. Kali ini, teknologi yang seharusnya dimanfaatkan untuk inovasi justru disalahgunakan hingga menimbulkan keresahan publik. Sejumlah member JKT48 dilaporkan menjadi korban manipulasi foto berbasis AI yang mengarah pada konten pornografi dan beredar luas di media sosial.

Kasus ini langsung memicu keprihatinan luas, terutama di kalangan penggemar JKT48. Foto-foto para member diduga telah diedit sedemikian rupa oleh oknum tak bertanggung jawab hingga menampilkan visual yang melanggar norma kesusilaan. Penyalahgunaan ini dinilai tidak hanya mencederai nama baik para idol, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak psikologis serius bagi korban.

Di tengah maraknya penyalahgunaan teknologi AI, publik pun menyoroti pentingnya etika digital. Pasalnya, teknologi kecerdasan buatan sejatinya diciptakan untuk mendukung kreativitas dan kemajuan, bukan menjadi alat eksploitasi yang merugikan individu lain.

Keresahan tersebut turut disuarakan oleh Kapten JKT48, Freya Jayawardana. Ia secara terbuka mengecam keras tindakan pelaku dan mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi.

Freya juga menegaskan bahwa manusia seharusnya mampu berpikir lebih cerdas dan beretika dibandingkan kecerdasan buatan yang diciptakannya sendiri.

Menanggapi kasus ini, manajemen JKT48 akhirnya angkat bicara dan mengambil langkah tegas. Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun X (sebelumnya Twitter), manajemen menegaskan komitmennya untuk melindungi keamanan, kehormatan, serta kenyamanan seluruh member dalam menjalani aktivitas di industri hiburan.

Manajemen JKT48 mengonfirmasi bahwa laporan terkait penyalahgunaan teknologi AI tersebut telah diterima secara resmi.

Topik Terkait