Rangkaian panggung bermode teleskopik, menjadikan para personel Padi Reborn sangat dimanjakan untuk mengeksplor semua sisi panggung yang dapat disetting naik dan turun, plus monitor videotron ditengah yang didesain spektakuler layaknya unit UFO yang kerap dipadankan dengan tata lampu impresif.
Membuka penampilan dengan lagu “Prolog”, Padi Reborn pun langsung lanjut menggeber deretan hits-hits top terbaiknya seperti “Bayangkanlah”, “Menanti Sebuah Jawaban”, “Sang Penghibur” serta “Lingkaran”.
Nuansa nostalgia penuh romansa awal era tahun 2000an pun kian terasa saat nomor-nomor ngetop macam “Sesuatu yang Indah”, “Semua Tak Sama”, “Seperti Kekasihku” dan “Ternyata Cinta” dilantunkan.
Konser Dua Delapan Padi Reborn tentunya tak hanya menyuguhkan lagu-lagu hits yang telah melekat di hati pendengar, tetapi juga aransemen baru yang disiapkan khusus untuk pertunjukan tersebut.
Lepas hentakan “Sudahlah”, SobatPadi pun diajak cooling down dalam lagu “Langit Biru” yang turut menggandeng musisi Fanny Soegi yang juga turut menampilkan hits Soegi Bornean, “Asmalibrasi“.
Tak ayal, suasana Tennis Indoor pun serasa menjadi momen karaoke massal saat para penonton kompak ikutan bernyanyi.