Dari sisi musikalitas, pertunjukan ini terasa matang berkat sentuhan Tohpati bersama Tohpati Orchestra. Aransemen bergaya Big Band memberi warna baru pada lagu-lagu seperti “Selamat Datang Cinta”, “Asmaraku Asmaramu”, dan “Cinta dan Damai”, namun tetap mempertahankan karakter aslinya.
Kejutan lain hadir lewat kolaborasi dengan Iwa K. Perpaduan rap dan orkestra menghadirkan energi berbeda di atas panggung, terutama saat membawakan “Dansa Yuk Dansa” bersama Maera, BimaZeno, dan Taufan Purbo. Penonton pun ikut terbawa suasana yang semakin meriah.
Tak hanya musik, unsur visual juga digarap dengan baik. Penampilan Gallaby yang memadukan nyanyian dan tarian, seni lukis pasir dari Vina Candrawati, hingga aksi A Team Cheerleader menambah warna dalam pertunjukan.
Melalui “Vintage Sounds”, ArtSwara tidak sekadar menghadirkan konser nostalgia. Pertunjukan ini menjadi perayaan musik lintas generasi yang dikemas dengan rapi dan hangat, sehingga dapat dinikmati oleh penonton dari berbagai kalangan. Malam itu membuktikan bahwa lagu-lagu lawas tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, terutama ketika disajikan dengan konsep yang segar dan penuh perhatian terhadap detail.