IntipSeleb – Situasi geopolitik global kembali memanas. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa hari terakhir disebut mengalami eskalasi serius yang memicu kekhawatiran dunia internasional.
Serangan militer yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat bersama sekutunya, termasuk Israel, dikabarkan menyasar sejumlah titik strategis di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Agresi tersebut tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari kantor berita nasional, jumlah korban meninggal dunia mencapai 57 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Salah satu lokasi yang terdampak adalah sebuah sekolah dasar putri di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, yang dilaporkan terkena serangan rudal.
Ketegangan ini juga diwarnai kabar mengenai gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam rangkaian serangan tersebut.
Sosok yang memimpin Iran sejak 1989 itu dikenal sebagai figur sentral dalam dinamika politik dan keagamaan negara tersebut. Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, ia menjabat sebagai Presiden Iran pada periode 1981–1989. Selama lebih dari tiga dekade, perannya sangat dominan dalam menentukan arah kebijakan dalam dan luar negeri Iran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari otoritas setempat terkait detail peristiwa tersebut.
Di tengah memanasnya situasi global, pendakwah muda Indonesia, Husein Jafar Al Hadar atau yang dikenal sebagai Habib Jafar, menyampaikan pesan penting kepada masyarakat, khususnya umat Islam di Indonesia.
Melalui unggahan Instagram Stories pada Rabu, 4 Maret 2026, ia mengingatkan bahwa dunia sedang bergerak menuju tatanan baru yang penuh tantangan.
“Teman-teman, kita akan hadapi tata kelola dunia baru. Bersiaplah. Cari apa yang bisa kita perjuangkan, fokus mempelajarinya, menyiapkannya, dan memperjuangkannya. Utamanya untuk muslim saat ini dan ke depan adalah sains & teknologi,” tulis Habib Jafar.
Pesan tersebut menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai fondasi kekuatan umat di masa depan. Di tengah konflik geopolitik yang kian kompleks, menurutnya, umat Islam perlu memperkuat kapasitas intelektual dan inovasi agar mampu bersaing dan berkontribusi dalam peradaban global.
Konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi membawa dampak luas terhadap ekonomi global. Ketidakstabilan di wilayah yang menjadi salah satu pusat produksi energi dunia tersebut dapat memicu lonjakan harga minyak mentah.
Selain itu, harga emas dunia juga diperkirakan mengalami kenaikan signifikan. Dalam situasi ketidakpastian global, emas kerap menjadi instrumen lindung nilai (safe haven) yang diburu investor.
Pengamat ekonomi menilai, apabila konflik terus berlanjut tanpa solusi diplomatik, tekanan terhadap pasar global akan semakin besar, termasuk pada nilai tukar mata uang dan stabilitas perdagangan internasional.
Sementara itu, pemerintah Indonesia terus mengedepankan jalur diplomasi guna mendorong penyelesaian damai antara pihak-pihak yang terlibat.
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran memastikan bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran dalam kondisi aman. Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran dan Turkmenistan, Rolliansyah (Roy) Soemirat, menyampaikan bahwa sekitar 329 WNI yang terdaftar resmi di KBRI Teheran masih dalam pemantauan intensif dan belum menghadapi ancaman langsung.
Pihak KBRI juga terus berkoordinasi dengan otoritas setempat serta membuka jalur komunikasi bagi WNI yang membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pengingat bahwa dinamika geopolitik global dapat berubah dalam waktu singkat dan membawa dampak luas, tidak hanya bagi negara yang terlibat langsung, tetapi juga masyarakat internasional.