img_title
Foto : Youtube.com/Intens Investigasi

IntipSeleb – Respons Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, terkait kecelakaan KRL di Bekasi Timur menuai sorotan publik. Pernyataannya soal usulan pemindahan gerbong khusus perempuan ke posisi tengah rangkaian kereta ikut menarik perhatian presenter sekaligus publik figur, Gilang Dirga.

Arifah Fauzi sebelumnya mengusulkan kepada pihak Kereta Api Indonesia (KAI) agar gerbong khusus perempuan tidak lagi berada di posisi paling depan maupun paling belakang.

"Jadi kalau bisa di posisi di tengah, jadi posisi paling tengah, untuk gerbongnya ya. Supaya juga lebih safe dan aman," ujar Arifah Fauzi.

Namun, pernyataan tersebut justru menuai beragam respons dari masyarakat. Salah satu kritik datang dari Gilang Dirga melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa, 28 April 2026.

Dalam unggahannya, Gilang Dirga membagikan gambar berlatar hitam dengan tulisan Menteri PPPA. Ia kemudian menuliskan caption panjang yang berisi kritik terhadap pernyataan Arifah Fauzi.

"Saya berduka dengan kejadian yang menimpa saudara kita di Bekasi Timur. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada keluarga korban, ijinkan saya memberikan saran untuk menteri PPPA @arifah.fauzi yang kualitasnya ternyata tidak sesuai ekspektasi saya," tulisnya.

Gilang menilai usulan memindahkan gerbong perempuan ke tengah sementara gerbong laki-laki berada di ujung tidak mencerminkan sosok yang berada di garis depan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

"Statement anda yang mengusulkan bahwa gerbang perempuan akan pindah ketengah sementara laki-laki diujung menurut saya sangat tidak mencerminkan seseorang yang berdiri di garda terdepan untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak," tulisnya.

Dalam unggahan tersebut, Gilang Dirga menyebut ada sejumlah pihak yang menurutnya tersinggung atas pernyataan tersebut.

Pertama, laki-laki yang dianggap seolah tidak berharga dan boleh menjadi korban demi keselamatan perempuan. Kedua, perempuan yang selama ini memperjuangkan emansipasi, namun dianggap lebih lemah dan harus selalu dilindungi.

Ketiga, pihak KAI yang dinilai mungkin memiliki solusi lebih teknis dan efektif, seperti perbaikan sistem sensor maupun komunikasi. Keempat, keluarga korban yang menurut Gilang tentu berharap insiden serupa tidak terjadi lagi kepada siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan. Kelima, Presiden Prabowo yang telah memberikan kepercayaan kepada Arifah Fauzi sebagai menteri.

Di akhir unggahannya, Gilang juga menyoroti cara berkomunikasi pejabat publik yang dinilai masih kerap memicu polemik di tengah masyarakat.

"Sampai kapan kita harus selalu disuguhkan dengan buruknya cara berkomunikasi dan public speaking pejabat seperti anda? apakah masih ada pejabat yang betul-betul bicara dengan 'hati'?" pungkasnya.

Topik Terkait