img_title
Foto : Instagram/ @wishnuaji28

Kuasa hukum lainnya, Dede Rahmat, menilai kesalahpahaman publik bermula setelah pihak rumah produksi menggelar konferensi pers yang turut menghadirkan ibu kandung Ratu Sofya. Menurutnya, situasi tersebut memicu opini liar di tengah masyarakat hingga berdampak pada citra sang aktris.

"Jadi, kami mengirimkan surat pernyataan dan penegasan, bukan somasi. Jadi, tidak ada somasi sama sekali dari klien kami kepada orangtuanya, seperti itu," kata Dede.

Di tengah polemik yang berkembang, pihak Ratu Sofya juga menyinggung soal kerja sama profesional dengan HAS Pictures. Mereka menegaskan bahwa Ratu tidak pernah menolak kewajiban promosi film yang menjadi bagian dari kontrak kerja sama.

Namun, sang aktris berharap hak-haknya selama proses produksi dan syuting terlebih dahulu diselesaikan sebelum menjalankan agenda promosi yang diminta pihak rumah produksi.

Perseteruan ini pun menjadi perhatian publik karena tak hanya berkaitan dengan urusan pekerjaan, tetapi juga menyeret persoalan keluarga ke ruang publik. Dugaan somasi terhadap orang tua membuat nama Ratu Sofya terus menjadi bahan perbincangan netizen dalam beberapa hari terakhir.

Topik Terkait