"Mudah-mudahan dari teman-teman ketika nonton film Tanah Runtuh itu bisa mendapatkan sesuatu yang ketika pulang, ketika keluar dari studio itu ada sesuatu yang tertanam di dalam akal atau di dalam hati," ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Tanah Runtuh sengaja mengambil sudut pandang dua anak yang kehilangan ibu agar cerita tentang konflik tidak berubah menjadi narasi kebencian.
"Akhirnya saya sama Rudi sepakat untuk masuk dalam point of view dua anak kecil yang kehilangan ibunya," ucapnya.
Sutradara Rudi Soedjarwo menilai kekuatan utama Tanah Runtuh terletak pada cerita keluarga yang menjadi fondasi sebuah bangsa.
"Dan kenapa saya bilang arahnya udah bener karena ternyata sebuah keluarga kecil itu kan ada istilah ya bahwa sebuah negara itu adalah sebenarnya berawal dari sebuah keluarga," ujarnya.
Menurutnya, setiap orang memiliki kisah yang penting untuk didengar, termasuk keluarga kecil seperti yang ditampilkan dalam film ini.
"Jadi saya merasa bahwa ternyata juga kisah seseorang di antara kita ini nggak ada yang nggak penting gitu lho," tutupnya.