IntipSeleb – Film CLBK (Cinta Lama Babak Kedua) bukan hanya mempertemukan dua legenda perfilman Indonesia, Slamet Rahardjo dan Widyawati, tetapi juga menghadirkan tantangan besar bagi para pemain muda yang dipercaya memerankan versi muda kedua karakter tersebut.
Yusuf Mahardika dan Gisellma Firmansyah mendapat tugas untuk menghidupkan sosok Abi dan Sita di masa muda. Keduanya mengaku harus melakukan pendekatan khusus agar karakter yang mereka tampilkan tetap memiliki benang merah dengan versi yang diperankan Slamet Rahardjo dan Widyawati.
Film garapan sutradara Ivander Tedjasukmana ini diproduksi oleh MIR Productions dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 2 Juli 2026.
Yusuf Mahardhika Banyak Belajar dari Slamet Rahardjo
Memerankan Abi muda, Yusuf Mahardika memilih mengamati langsung kebiasaan Slamet Rahardjo selama proses syuting. Menurutnya, sosok yang akrab ia panggil "Akung" memiliki cara bercerita yang begitu hidup hingga menjadi inspirasi dalam membangun karakter.
"Kalau aku mah ngikut Akung aja ya. Karena kan Akung suka cerita ya, jadi aku suka mendengarkan dia cerita, karena banyak banget cerita seru dari Akung. Buat info aja nih, ini info A1, info dalam nih," ujarnya di Epicentrum Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.
Yusuf mengungkapkan bahwa ia berusaha meniru gestur dan cara Slamet Rahardjo berinteraksi agar karakter Abi muda terasa lebih natural.
"Akung tuh kalau cerita tuh, wah, menyenangkan, seru. Jadi aku coba ngambil gestur gerakannya dari situ, sesuai dengan kemauan yang di-achieve sama Mas Ivander, gitu."
Menurutnya, pengalaman hidup Slamet Rahardjo juga menjadi sumber inspirasi tersendiri.
"Akung ceritanya banyak dari masa muda tuh udah seru-seru. Kita dengernya kayak, 'Wih, menyenangkan,' gitu."
Gisellma Firmansyah Pelajari Cara Bicara Widyawati
Hal serupa juga dirasakan Gisellma Firmansyah yang dipercaya memerankan Sita muda. Ia mengaku sempat merasa tertantang karena harus mengikuti karakter yang diperankan aktris senior Widyawati.
"Oke, kalau aku sama Nin itu waktu, aku tuh baru, waktu persiapan leading tuh baru dua kali, tiga kali ketemu Nin dan itu cukup lumayan menantang bagiku. Apalagi aku akan bermain dan mengikuti senior gitu, ibaratnya ya."
Untuk mendalami karakter, Gisellma banyak memperhatikan interaksi Widyawati dan Slamet Rahardjo di lokasi syuting.
"Dan akhirnya aku sama kayak Kak Mahardika Yusuf, aku approach-nya dengan melihat bagaimana interaksi antara Akung dan Nin saat di set, lalu kita kayak, 'Oh, kalau misalkan responnya ketika ada reaksi akan dibalas seperti ini ya,' gitu."
Selain gestur, ia juga berusaha menyesuaikan karakter lewat intonasi suara.
"Dan mungkin kalau aku sendiri waktu itu tantangannya dari tone suara yang aku lumayan harus tegesin, yang suka diingetin kayak, 'Nin Sita tuh nggak kayak gitu cara ngomongnya. Nin Sita tuh lebih teges.' Jadi aku selalu kayak, 'Oh, berarti akhirnya aku mengambil pandangan dari orang lain dan juga akhirnya mendengarkan video-videonya Nin kalau lagi bicara,' seperti itu."
Widyawati Ungkap Proses Pendekatan Antar Pemain
Sementara itu, Widyawati mengatakan proses membangun chemistry dilakukan seperti produksi film pada umumnya. Ia menilai komunikasi dan reading menjadi kunci agar karakter versi muda maupun tua tetap terasa menyatu.
"Kalau saya seperti biasa ya, di setiap film dan kita tentu ada pendekatan dengan para pemain, kita reading dan lain sebagainya. Dan ini semua kembali kepada Pak Sud, bagaimana dia, katakanlah, mendirect si Nin muda itu."
Ia juga menegaskan pentingnya membangun kedekatan antara pemain senior dan junior selama proses produksi.
"Gitu. Yang penting kita selalu, terutama ya kita yang tua-tua, selalu berusaha untuk lebih akrab dengan yang lebih muda, gitu. Gitu aja."
Film CLBK (Cinta Lama Babak Kedua) mengisahkan Raka dan Ambar yang tengah bersiap menikah. Namun rencana bahagia itu berantakan setelah Sita mengetahui bahwa Abi, kakek Ambar, merupakan cinta lamanya yang pernah meninggalkan luka mendalam.
Upaya Ambar untuk mendamaikan keduanya justru membuka kembali masa lalu yang selama ini terpendam. Konflik tersebut akhirnya ikut memengaruhi hubungan Raka dan Ambar.
Keadaan berubah saat Abi dan Sita kembali dipertemukan di Bandung. Alih-alih berdamai, keduanya justru kembali merasakan benih-benih cinta yang sempat hilang. Romansa tak terduga itu membuat hubungan dua keluarga menjadi semakin rumit.
Selain Slamet Rahardjo, Widyawati, Yusuf Mahardhika, dan Gisellma Firmansyah, film ini juga dibintangi Sintya Marisca, Iskak Khivano, Sarah Sechan, Kiki Narendra, Iyang Dharmawan, Febry Khey, serta Annisa Kaila.
Film produksi MIR Productions tersebut siap menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026.