IntipSeleb – Setelah cukup lama identik dengan film bergenre horor, Hannah Al Rashid akhirnya kembali menunjukkan kemampuan bertarungnya di proyek film terbaru hasil kolaborasi CATCHPLAY+ dan Infinite Studios. Film yang masih dirahasiakan judulnya itu menjadi ajang comeback Hana ke genre action setelah hampir satu dekade.
Tak hanya menghadirkan aksi laga, proyek garapan Mike Wiluan tersebut disebut akan memadukan unsur horor, gore, dan thriller dengan nuansa yang lebih gelap dibanding karya-karya sebelumnya.
Dalam sesi wawancara bersama media, Hana mengungkapkan bahwa terakhir kali dirinya bermain film action di Indonesia adalah The Night Comes for Us. Meski film tersebut dirilis pada 2018, proses syutingnya sudah dilakukan sejak 2016.
"Terakhir action di Indonesia itu The Night Comes for Us (rilis 2018), tapi syutingnya 2016. Sama sebelum itu ada proyek action Sony di London tahun 2020. Jadi sudah sejak itu sih, kayaknya," ucapnya.
Meski cukup lama meninggalkan genre laga, Hana mengaku proses adaptasi berjalan cukup baik berkat pengalaman masa lalunya sebagai atlet.
Menurut Hana, dirinya bersama para pemain lain harus menjalani berbagai workshop dan latihan fisik sebelum proses syuting dimulai. Intensitas latihan pun ditingkatkan agar adegan aksi terlihat maksimal di layar.
"Untungnya karena dulu atlet, jadi muscle memory-nya masih ada. Tapi memang butuh latihan yang sangat panjang bersama cast yang lain. Banyak workshop dan secara fisik intensitas latihannya dinaikkan lagi. Untungnya kita dibantu tim koreo yang luar biasa yang sudah mengerjakan banyak proyek internasional dan Indonesia. Mau dibilang "easy" kembali ke ritme action sih nggak juga, karena makin tua makin kaku, tapi menyenangkan banget prosesnya," ucapnya.
Hana mengungkapkan bahwa dirinya langsung diajak bergabung oleh Mike Wiluan. Hubungan kerja keduanya memang sudah terjalin sejak beberapa proyek sebelumnya seperti The Night Comes for Us, Halfworlds, hingga Buffalo Boys.
Kepercayaan tersebut membuat Hana tak ragu menerima tawaran film terbaru ini.
"Kalau aku memang di-approach sama Mike. Sudah beberapa kali kerja sama Mike; dia produser di The Night Comes for Us dan Halfworlds, terus sutradaraku di Buffalo Boys. Jadi sudah lama kenal. Kayaknya karena dia lagi mencari karakter perempuan yang bisa action agak hardcore, mungkin dia sudah punya trust di situ. Pas diajak, dan kebetulan sudah lama nggak main action, aku langsung mau banget. Kerja sama Mike itu pasti dunianya keren dan karakter bisa dikembangkan. Makanya di sini saya potong rambut mullet biar makin masuk ke karakternya," ucapnya.
Bahkan, gaya rambut mullet yang digunakan Hana merupakan ide pribadinya demi memperkuat karakter yang diperankan.
"Soal rambut mullet ini, itu kemauan saya sendiri yang dipaksakan ke tim kreatif. Saya pengen banget untuk peran ini benar-benar go all out. Pas tanya Mike, dia bilang "Nggak apa-apa banget, malah keren," ucapnya. Rambut ini membawa sesuatu yang berbeda ke karakter dibanding kalau rambut biasa saja. Referensinya dari Kristen Stewart dan beberapa film karakter perempuan dari Deep South Amerika," ucapnya.
Saat diminta membandingkan proyek terbaru ini dengan film-film Mike Wiluan sebelumnya, Hana menilai sang sutradara selalu membawa peningkatan kualitas di setiap karya.
Menurutnya, film terbaru tersebut akan menghadirkan perpaduan genre yang jarang ditemui di perfilman Indonesia.
"Mike itu selalu "naik kelas" di setiap filmnya. Yang ini benar-benar dark dan twisted. Menurutku akan sangat cocok dengan penonton Indonesia yang suka horor, suka gore, tapi juga suka action. Perpaduan dua genre yang menarik," ucapnya.
Meski diproduksi untuk platform streaming CATCHPLAY+, Hana menegaskan kualitas produksi tetap menjadi prioritas utama.
"Sebenarnya yang bisa konfirmasi distribusinya ke mana itu pihak Catchplay+. Tapi secara pengerjaan, sama saja. Kualitas yang dikejar sangat tinggi. Kita nggak beda-bedain mau ditonton di layar HP atau bioskop, effort dan passion-nya 100%. Skripnya juga menuntut kita kerja keras," ucapnya.
Selain Hana, film ini juga dibintangi Samo Rafael. Aktor tersebut mengaku bergabung setelah sebelumnya sempat mengikuti audisi untuk proyek lain milik Mike Wiluan.
"Waktu itu saya sempat audisi buat film Pak Mike (Wiluan) yang lain, cuma nggak pas perannya. Tapi saya pengen banget kerja sama Pak Mike dan tim studionya. Terus ditawarin peran ini, katanya ada karakter yang pas buat kamu. Pas audisi, kebetulan dibutuhkan suatu barang untuk karakter ini dan aku sudah punya di rumah. Jadi tinggal lakuin saja," ucapnya.
Ketika ditanya mengenai benda tersebut, Samo memilih merahasiakannya.
"Bukan senjata, tapi barang yang penting untuk karakter ini. Tunggu saja nanti pas nonton," ucapnya.
Aktor tersebut juga mengungkapkan bahwa karakter yang diperankannya akan sangat berbeda dari citra yang selama ini dikenal publik.
"Karakter saya sangat manis dan manja, hahaha. Kalian akan sangat syok melihat Samo di sini. Kalian belum pernah lihat Samo Rafael kayak gini," ucapnya.
Bahkan, saat ditanya soal teknik bela diri yang digunakan dalam film tersebut, Samo menjawab dengan candaan.
"Nekat! Anger issues dan mental issues. Sebenarnya badan saya terlalu lemas buat action, tapi di sini saya dibimbing tim action director dan diperbolehkan mengeksplor gaya sendiri. Jadi pede-pede saja," ucapnya.
Baik Hana maupun Samo masih menutup rapat detail karakter yang mereka perankan. Namun keduanya mengaku baru saja menyaksikan teaser perdana film tersebut dan sangat terkesan dengan hasil akhirnya.
"Nggak bisa! Tapi kita tadi pertama kali lihat teaser-nya dan gila, keren banget. Visual dan musiknya mind-blowing," ucapnya.
Sayangnya, judul resmi maupun jadwal penayangan film ini masih belum diumumkan.
"Kita belum tahu judulnya apa! Masih Untitled Mike Wiluan Project. Nanti akan dikabarkan lagi kapan dan di mana tayangnya," ucapnya.