img_title
Foto : Ist

"Sebagai anak, kita sering kali menganggap kasih sayang kepada ibu sebagai sesuatu yang sudah dipahami tanpa perlu diungkapkan. Padahal, ibu juga perlu merasakan dan mendengar bentuk kasih sayang itu secara langsung. Melalui film ini, saya ingin mengajak semua orang untuk lebih berani menunjukkan cinta kepada ibu selagi masih memiliki kesempatan," kata Ferly Halim.

Selain membawa pesan tentang keluarga, film ini juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pemainnya. Didi Riyadi mengungkapkan pengalaman berbeda saat harus mendalami karakter dengan logat Jawa yang cukup kental.

"Mungkin ini pertama kali saya dengan logat dan aksen Jawa, medok gitu. Saya kan kalau bicara sehari-hari logat seperti yang kalian sekarang dengar. Nah, di sini orang Jawa, tapi agak campur," ujar Didi Riyadi.

Ari Irham juga mengaku memiliki tantangan tersendiri ketika harus membawakan lagu milik Sheila On 7 yang sudah sangat dikenal masyarakat. Ia menilai menyanyikan lagu dari band legendaris tersebut memberikan tekanan tersendiri karena dirinya bukan seorang vokalis profesional.

"Pressure-nya itu bukan bawain OST atau soundtrack filmnya. Masalahnya ini bawain lagu Sheila On 7. Kita bawain lagu Sheila On 7 yang orang sudah tahu. Yang saya nyanyikan adalah lagu Sheila On 7, jadi itu lumayan cukup beban buat saya karena saya juga bukan vokalis, saya juga bukan Duta," ungkap Ari Irham.

Musik menjadi salah satu elemen penting dalam film ini. Takkan Kubiarkan Kau Menangis menghadirkan lagu-lagu legendaris Sheila On 7 seperti "Dan", "Kita", dan "Hujan Turun" yang membawa nuansa nostalgia bagi penonton.

Film ini juga dilengkapi dua lagu orisinal berjudul "Takkan Kubiarkan Kau Menangis" dan "Sahabat" yang dibawakan Keisha Alvaro bersama Sand Band untuk memperkuat perjalanan emosional para karakter.

Topik Terkait