Penggalian sisi manusiawi Romo Rendra tersebut diharapkan dapat membuat penonton tidak hanya mengikuti perjalanan eksorsisme, tetapi juga memahami konflik batin dan pilihan yang membentuk dirinya.
Sutradara Rizal Mantovani juga menjanjikan pengalaman berbeda melalui Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Film ini tidak hanya dirancang untuk menghadirkan ketegangan, tetapi juga emosi yang lebih dekat dengan kehidupan penonton.
“Lewat Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, kami ingin membuat cerita yang dekat dengan keseharian, terutama dengan kondisi di Indonesia, dan semoga juga terasa relatable bagi penonton di seluruh dunia nanti. Cerita yang menyentuh seperti inilah yang akan membekas, dikenang dan menjadi pengalaman sinematik yang sangat menyenangkan. Saya juga bangga, setelah berkarier selama puluhan tahun, akhirnya untuk pertama kalinya film saya tayang dalam format IMAX,” ujar Rizal Mantovani.
Dengan sinematografi Yadi Sugandi, film ini berusaha memaksimalkan pengalaman layar lebar. Format IMAX diharapkan mampu memperkuat atmosfer horor, terutama dalam adegan-adegan eksorsisme yang menjadi bagian penting dari cerita.
Lukman Sardi dan Jerome Kurnia kembali menjadi dua karakter utama sebagai Romo Rendra dan Romo Thomas. Keduanya menjadi bagian dari karakter yang semakin dikenal sebagai ikon baru dalam genre horor religi Indonesia.
Mereka akan beradu akting dengan sejumlah pemain lain, di antaranya Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah disutradarai Rizal Mantovani dengan sinematografi oleh Yadi Sugandi. Skenario ditulis Robert Ronny bersama Andri Cahyadi.