Taskya menambahkan, memahami emosi dan latar belakang karakter Marni menjadi salah satu bagian paling menantang selama proses syuting film ini.
Producer Rambut Sewu: Satu Langkah Getih, Zakir Rasyidin, menjelaskan alasan tim produksi mengangkat kisah ini ke layar lebar. Ia menyebut Rambut Sewu berkaitan erat dengan kearifan lokal masyarakat Jawa yang menyimpan kepercayaan tentang cara mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
“Rambut Sewu merupakan sebuah kearifan lokal masyarakat di salah satu daerah di Jawa, yang konon katanya dipercaya sebagai jalan pintas untuk membuat hidup menjadi lebih baik. Sehingga cerita tersebut nampaknya akan menarik jika divisualisasikan dalam film karena mengandung cerita supranatural,” ujar Zakir Rasyidin.
Selain menghadirkan atmosfer horor Jawa yang kuat, “Rambut Sewu: Satu Langkah Getih” juga mengangkat tema kehilangan, penyesalan, dan perjuangan melepaskan diri dari belenggu kutukan.
Film ini dibintangi Taskya Namya sebagai Marni, Wavi Zihan sebagai Wulan-Sundari, dan Yusuf Mahardika sebagai Damar. Sejumlah pemain pendukung turut memperkuat jajaran pemeran, di antaranya Donny Alamsyah sebagai Suradi, Sadana Agung sebagai Tedjo, Bonar Manalu sebagai Bonar, Yewen sebagai Pieter, Ivonne Dahler sebagai Minarti, serta Ihsan Tarore sebagai Ustaz.
Lewat perpaduan horor, misteri, dan drama emosional, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih mengajak penonton menelusuri rahasia lama yang kembali mencari jalan untuk terungkap. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 5 November 2026.