img_title
Foto :

“Pertiwi” tidak meminta kita buru-buru keluar dari tuang itu. Ia memilih tinggal sebentar, memeluk gelapnya, lalu perlahan menyalakan keberanian kecil untuk berkata, “mungkin kali ini, kita tidak perlu diam.

Ditulis oleh Donne Maula dengan notasi dari Yura, lagu ini lebur menjadi milik siapa saja yang pernah kehilangan keberanian bersuara.

Lewat sentuhan Iwan Popo sebagai produser musik, aransemennya hadir megah, tetap tidak sibuk pamer.

Keseluruhan aransemen membiarkan perasaan tumbuh pelan-pelan hingga dada terasa penuh. Suara Yura terdengar seperti seseorang yang tengah menjaga diri tetap tegak, mengumpulkan sisa keberanian untuk berseru lebih keras.

Menariknya, lagu ini seolah tak ingin memiliki satu tafsir. Seseorang mungkin teringat pada keadaan sekitarnya. Pada ibunya. Pada perempuan-perempuan yang memilih diam.

Pada ketidakadilan yang tak sanggup dilawan. Atau, pada dirinya sendiri.

Topik Terkait