img_title
Foto : Kolase foto

IntipSeleb – Kreator konten Andovi da Lopez punya cara unik menyikapi derasnya arus berita buruk yang belakangan menghiasi media sosial. Alih-alih memilih diam, adik dari Jovial da Lopez ini justru menuangkan keresahannya lewat karya seni bernuansa komedi dan satire.

Bagi Andovi, cara ini bukan hal baru. Ia dan sang kakak sudah menekuni jalur tersebut sejak lebih dari satu dekade lalu, tepatnya sejak merintis kanal skinnyindonesian24 pada 2011.

Andovi menjelaskan, sejak awal berkarier di industri kreatif, ia dan Jovial memang konsisten menggunakan medium komedi untuk merespons berbagai persoalan sosial di Tanah Air.

"Kalau gua pribadi, ini rekam jejak gua dari dulu. Dari 2011 gua sama kakak gua bikin skinnyindonesian24, kita mengekspresikannya lewat karya. Karyanya komedi, satire, drama. Itu cara kita menguapkan keresahan kita," tutur Andovi.

Ia mengaku tidak ambil pusing dengan pro dan kontra yang muncul setiap kali kontennya menyentuh isu sensitif. Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal wajar selama pesan yang ingin disampaikan tetap tersalurkan.

"Banyak orang suka, banyak orang juga tidak suka dengan itu. Nggak apa-apa. Tapi itu cara kita untuk merespons terhadap tanda kutip bad news yang keluar," imbuhnya.

Konsistensi Andovi dalam mengangkat isu sosial lewat jalur komedi kini berlanjut ke layar lebar. Ia bergabung dalam film satire bertajuk Bapak Paling Jujur yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 15 Oktober 2026.

Film garapan sutradara Fajar Nugros ini mempertemukan Andovi dengan sejumlah nama komedian ternama, di antaranya Soleh Solihun, Claresta Taufan, Benidictus Siregar, David Nurbianto, Akim Agil, dan Mieke Shahir.

Dalam cerita, Andovi berperan sebagai calon Gubernur bernama Jonas Prakoso yang berpasangan dengan Sambodo (diperankan Soleh Solihun). Duet ini bersaing dengan pasangan calon lain, yakni Wawan (David Nurbianto) dan Yuyun (Mieke Shahir), dalam kontestasi politik yang penuh kejutan sekaligus sindiran tajam terhadap dunia perpolitikan Indonesia.

Meski dikemas dengan komedi yang mengundang tawa, film ini tetap menyisipkan kritik sosial yang relevan dengan situasi terkini.

"Jikalau semua pejabat-pejabat tidak bisa bohong, yang kebongkar pertama adalah semua masalah korupsi di negara ini. Tapi tidak seperti saya, saya Jonas Prakoso tidak korupsi ya," kata Andovi.

Soleh Solihun turut angkat bicara soal kekhawatiran sejumlah pihak bahwa lelucon dalam film ini bisa menyinggung sosok tertentu. Menurutnya, karakter yang ia perankan justru merupakan representasi umum dari banyak pejabat, bukan sindiran untuk satu figur spesifik.

"Yang Sambodo tampilkan itu adalah intisari dari semua pejabat-pejabat yang ada yang mungkin pernah Anda lihat. Jadi mungkin kalau Anda melihat, 'Kok ini mirip ini? Eh tapi ini mirip ini juga'. Rata. Semua kami ambil, kami serap, kami serap yang menariknya," ucap Soleh Solihun.

Dengan formula komedi satire yang kental serta jajaran pemain yang sudah dikenal lewat karya-karya kritis sebelumnya, film Bapak Paling Jujur diprediksi bakal menjadi tontonan menarik bagi penikmat komedi sosial saat tayang perdana di bioskop tanah air pada 15 Oktober mendatang.

Topik Terkait