IntipSeleb – Lima tahun setelah rilisan album perdananya, Natania Karin menjajakan album baru berisikan sebelas trek, menceritakan kisah-kisah kenangan yang mati di dalam waktu untuk hidup di dalam kita.
Ia mendendangkan lagu-lagu sayang, marah, jenaka, damba, juga kontemplasi dari sudut pandang seseorang yang mengintip dari masa depan, pengamat rahasia yang telah memahami perpisahan itu sudah/pasti/akan terjadi sebelum tokoh-tokoh dalam lagunya pun curiga.
Sebelas lagu dalam album ini memang berangkat dari kejadian-kejadian personal maupun yang Karin amati dari orang terdekat sekitarnya selama lima tahun ke belakang.
Kompilasinya antara lain adalah seorang pengecut yang menjadi berani melalui cinta, jerih payah hati seorang sahabat, surat terbuka untuk semua ayah, museum yang hanya berisi bayang-bayang kenangan, keluhan perempuan independen yang dimanfaatkan lelaki kebocahan dan siluet-siluet masa lalu yang selalu membayangi setiap langkah kita.
Semuanya ini dibungkus dalam balutan musik pop, folk, dan R&B yang kaya akan petikan gitar, goresan strings dan semilir piano, mengiringi tautan lirik yang melodis dan ekspresif.
Karin juga menggandeng Sal Priadi yang sudah bekerja erat dengannya selama tujuh tahun, sebagai kolaborator penulis lagu dan penyanyi pada trek keenam yang berjudul “Api dan Salju”.
