IntipSeleb – Film horor Indonesia The Doll: Ghawiah menghadirkan tantangan tersendiri dalam proses produksinya. Salah satu yang menarik perhatian adalah penggarapan adegan ending yang berlangsung selama enam hari di sebuah rumah kaca berukuran besar.
Sutradara Guntur Soeharjanto mengungkapkan bahwa rumah kaca tersebut sengaja dibangun khusus untuk kebutuhan syuting. Ukurannya bahkan disebut sebesar lapangan tenis karena adegan yang diambil membutuhkan ruang luas sekaligus memungkinkan sejumlah bagian properti dihancurkan.
Dalam keterangannya, Guntur menjelaskan bahwa seluruh pemain menjalani rangkaian adegan di lokasi tersebut selama enam hari.
"Iya, jadi syuting ending-nya itu kan enam hari ya. Jadi, benar-benar teman-teman pemain semuanya, enam hari adegannya di rumah kaca, dan rumah kaca itu kita buat sendiri sebesar lapangan tenis," ujar Guntur Soeharjanto kepada awak media, Minggu, 18 Oktober 2026.
Ia juga menceritakan bagaimana permintaan pembangunan rumah kaca tersebut disampaikan kepada produser Rocky Soraya.
"Saya mau sebesar lapangan tenis dibikin full!" lanjutnya, mengutip percakapan saat membahas kebutuhan lokasi syuting.
Rocky Soraya Ungkap Alasan Rumah Kaca Dibangun Khusus
Produser Rocky Soraya menjelaskan bahwa pembangunan rumah kaca dilakukan karena kebutuhan adegan yang mengharuskan banyak kaca dihancurkan. Menurutnya, lokasi rumah kaca yang sudah tersedia di tempat lain tidak memungkinkan untuk digunakan sesuai kebutuhan produksi.
"Karena Pak Guntur katanya mau hancurin semuanya. Jadi rumah kaca yang bisa didapat di lain tempat enggak dikasih izin. Karena dia mau pecahin semua kacanya ya, jadi kita harus bikin," kata Rocky Soraya sambil tertawa.
Keputusan membangun set khusus tersebut menjadi bagian penting dari persiapan adegan penutup The Doll: Ghawiah. Selain memberikan keleluasaan bagi sutradara dalam mengarahkan adegan, set tersebut memungkinkan kebutuhan teknis pengambilan gambar disesuaikan dengan konsep yang telah direncanakan.
Darius Sinathrya dan Titi Kamal Jadi Pemeran Utama
The Doll: Ghawiah dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama, di antaranya Darius Sinathrya dan Titi Kamal. Dalam film ini, Darius memerankan Arya Pranata, sosok kepala keluarga, sedangkan Titi Kamal berperan sebagai Evie, istri Arya.
Darius mengaku senang kembali mendapat kesempatan bekerja sama dengan rumah produksi Hitmaker Studios. Film ini menjadi proyek ketiganya bersama pihak produksi tersebut, sekaligus pengalaman pertamanya bekerja sama dengan Guntur Soeharjanto.
"Senang banget di kesempatan kali ini kita bisa ketemu. Hari ini saya berperan sebagai Arya Pranata, kepala keluarga, Bapak Arya ya. Istrinya Ibu Evie dimainin sama Titi Kamal dan ada anak-anaknya," ujar Darius Sinathrya.
Sementara itu, Titi Kamal mengungkapkan kebahagiaannya karena kembali dipercaya terlibat dalam proyek produksi Rocky Soraya. Ia juga menyebut proses pengerjaan film ini sebagai pengalaman yang menguras tenaga, tetapi tetap menyenangkan untuk dijalani.
Karakter Evie yang diperankannya merupakan ibu dari dua anak perempuan, yang dimainkan oleh Laura Moane dan Aisyah Aqilah.
"Ini pengalaman yang sangat luar biasa, yang amazing! Menguras tenaga tapi happy ngejalaninnya," tutur Titi Kamal.
Sara Wijayanto Kembali Hadir di The Doll Universe
Selain Darius Sinathrya dan Titi Kamal, film ini turut menghadirkan Sara Wijayanto sebagai Bu Laras. Karakter tersebut memiliki keterkaitan dengan semesta cerita The Doll Universe.
Sara menjelaskan bahwa Bu Laras menjadi salah satu benang merah dalam rangkaian film tersebut. Ia juga menyinggung bagaimana kisah keluarga dalam The Doll: Ghawiah berkaitan dengan perjalanan karakter Bu Laras sebelum dikenal sebagai praktisi.
"Nah, Ibu Laras di sini memang di The Doll Universe itu sudah beberapa kali menjadi benang merahnya. Dan awal mula Bu Laras sebelum jadi praktisi, ini karena keluarga ini, jadinya Bu Laras jadi Bu Laras yang di film-film berikutnya," jelas Sara Wijayanto.
Kehadiran karakter Bu Laras pun menjadi salah satu elemen yang menghubungkan film ini dengan kisah-kisah lain dalam semesta The Doll.
Sinopsis The Doll: Ghawiah
Berlatar tahun 1988, The Doll: Ghawiah mengisahkan sebuah keluarga yang memutuskan pindah dari Jakarta ke Bandung untuk memulai kehidupan baru.
Namun, harapan untuk menjalani hidup yang lebih baik justru berubah menjadi pengalaman mencekam. Keluarga tersebut mulai menjadi sasaran teror dari arwah seorang anak perempuan bersama boneka kesayangannya yang bernama Ghawiah.
Kisah horor ini menghadirkan misteri di balik sosok arwah anak perempuan dan boneka yang menjadi pusat teror. Dengan latar waktu era 1980-an, film ini membawa penonton mengikuti perjalanan keluarga tersebut dalam menghadapi kejadian-kejadian menyeramkan.
Film ini disutradarai oleh Guntur Soeharjanto, diproduseri Rocky Soraya, dan ditulis oleh Riheam Junianti.
Selain Titi Kamal, Darius Sinathrya, dan Sara Wijayanto, jajaran pemainnya juga mencakup Aisyah Aqilah, Laura Moane, Fara Shakila, Ananda George, Putri Patricia, serta Rendi Khrisna.