img_title
Foto :

IntipSeleb – Setelah 42 tahun jejak perjalanan bermusiknya, Nicky Astria mungkin tidak selalu terlihat dalam setiap periode gemerlapnya atmosfer blantika musik Tanah Air. Tidak juga selalu berada di bawah sorotan, dan tidak selalu ada di setiap panggung megah nan mewah.

Begitu berada di atas panggung, suaranya besar, powerfull dan penuh energi. Karakter rock-nya yang begitu kuat, hingga sangat sulit membayangkan Nicky tampil setengah-setengah.

Tapi begitu turun dari panggung, ceritanya berbeda. Nicky bukan sosok yang sering muncul di depan publik. Ia cukup selektif memilih pertunjukan dan lebih banyak menjalani kesehariannya jauh dari sorotan.

Dari dua sisi itulah “Api Dalam Hening” lahir. Tapi api penuh gelora itu pun tidak pernah benar-benar pergi.

Menghentak semua yang tetap menyanjungnya diperhelatan konser “Nicky Astria Level 42: Api Dalam Hening”, pada Jumat malam 30 Oktober 2026.

Dan ‘api’ itu pun terbukti nyata kembali menyala di hadapan para penikmat musiknya yang hadir di Balai Sarbini, Jakarta.

Dalam hening, rupanya sosok Nicky Astria kerap menjaga apinya. Di atas panggung, ia tampil sangat total untuk ‘membakar’ semua keraguannya serta menuntaskan kerinduan para Nicky Family (sebutan untuk fans fanatik Nicky Astria).

Menandai 42 tahun perjalanan Nicky di dunia musik, konser ini akan menghadirkan lagu-lagu yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam balutan format unplugged.

Pertunjukan itu pun dimulai tepat pada pukul 19.50 WIB dengan persembahan tampilan video biografi awal perjalanan karier bermusik dan dokumentasi-dokumentasi lawas aksi panggung seorang Nicky Astria muda.

Tak berhenti disitu, sajian pun dilanjutkan dengan kombinasi alunan intro orkestra yang melantunkan secara medley sejumlah hits diiringi pula oleh barisan choir serba hitam degan penampilan yang cukup memukau.

Hentakan pembuka pun digulirkan Nicky dengan menuntaskan tembang legendaris “Panggung Sandiwara” yang dengan apik sukses menstimulus antusiasme para Nicky Family bernyanyi kencang di awal pertunjukan.

Enggan berlama-lama, aksinya pun berlanjut di lagu cukup fenomenal, “Jangan Lagi Ada Angkara” untuk meneruskan gelojak energi para penonton yang mulai bergelora menyambut sang idola.

“Terima kasih semuanya yang telah menyempatkan datang di konser ini.. Masya Allah terima kasih banyak yaa,” ungkap Nick menyapa para audience di pembuka konser.

“Dan yang bikin saya tersanjung adalah pihak Kolam Ikan (promotor konser) bilang katanya yang dateng elu-elu juga katanya.., jadi dari tahun ke tahun katanya kamu-kamu lagi yang dateng,” ujar Nicky.

Meski telah berusia 59 tahun, Nicky pun tetap berupaya tampil prima mempersembahkan yang terbaik dalam konsernya tersebut dan selalu menjaga komunikasi yang menghibur dengan para hadirin yang datang.

“Saya mau apresiasi sosok yang selalu support saya, jarang ketemu tapi figur-figur ini selalu support, selalu datang walaupun saya gak minta tapi pasti hadir.. Vina Panduwinata, makasih ya sudah hadir.. ibu Rita Amelia, teteh Tami (Chintami Atmanagara), Kristina..,” beber Nicky.

Panggung pun lanjut digemakan lagu “Lentera Cinta”, serta hits ngetop “Uang” yang dibawakan Nicky berduet dengan Candil ex vokalis Seurieus band bertabur lengkingan-lengkingan maut khas sang rocker glamour 90an.

Lanjut kini giliran tembang “Gairah Jiwa” merdu bergulir mengupas memori yang syahdu dibawakan Nicky dengan sungguh apik.

“Nicky Astria sangat melekat ciri khas suara vokalnya.. lagu-lagunya yang bikin nostalgia dan pembawaannya yang lucu serta menghibur juga begitu dirindukan banget oleh para penggemarnya,” ujar Octavisa, perempuan 42 tahun asal Jakarta Barat yang telah cukup lama menjadi fans dari Nicky Astria, tampak begitu antusias menyaksikan konser tersebut.

“Perform artisnya oke banget, venuenya cukup kondusif.. lagu-lagu nya pun hits semua, seruuu kita jadi ikutan nyanyi terus juga,” lanjutnya.

Kemeriahan pun kian menyala kala 2 megahits “Mengapa” dan “Kau” dilantunkan secara medley dengan sentuhan aransemen unplugged berpadu string section serta vokal choir menambah dinamika harmoni yang begitu kental.

Ada momen cukup mengharukan yang turut mencuat di sela-sela berlangsungnya konser tersebut, tatkala Nicky mengenang memori kedekatannya dengan mendiang maestro lady rocker, Nike Ardilla.

Dan juga ikut bernyanyi bersama Nicky, sosok teman masa kecil Nike Ardilla, bernama Nenden Shinta yang memiliki talenta vokal tak kalah apik kala mendendangkan hits fenomenal sang maestro “Bintang Kehidupan”.

Setelah itu, giliran “Cinta di Kota Tua”, “Bias Sinar” dan “Biar Semua Hilang” bergulir berurutan seiring makin memukaunya gaya penguasaan panggung yang dilakoni Nicky.

Kemeriahan konser pun kian memuncak saat salah seorang sahabat musisi terdekat Nicky pun tak mau ketinggalan untuk ikut tampil bersama di panggung Balai Sarbini.

Ya, siapa lagi kalau bukan Atiek CB yang tanpa ragu mengambilalih panggung dengan hits andalannya “Terserah Boy!” yang dibawakan dengan sangat ’freestyle’ super cuek khas dari seorang Atiek CB.

Tak ayal, sekelumit percakapan unfaedah nan kocak pun pastinya tersaji dari interaksi Nicky dan Atiek di atas panggung yang membahas berbagai tema menggelitik dari keduanya.

“Serasa bukan cuma nonton konser aja, tapi kayak ada stand up comedy juga soalnya teh Nicky bener-bener entertaining banget , lucu, menghibur pokoknya,” ujar komentar salah seorang penonton.

Pertunjukan pun digeber habis tanpa ampun dengan nomor-nomor top seperti “Misteri Cinta”, “Negeri Khayalan” dan “Jarum Neraka”.

Akhirnya, konser penuh kesan mendalam itu pun dituntaskan oleh Nicky Astria dengan membawakan lagu “Tangan-tangan Setan” sebagai penutup pertunjukan.

Di bawah arahan Demas Narawangsa sebagai Music Director, bersama Fiery sebagai band pengiring, malam itu Nicky pun seolah kian menegaskan eksistensi masih meninggalkan torehan mengagumkan dengan terus berkarya menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di musik Indonesia.

Topik Terkait