img_title
Foto : Instagram/@mamitoko

IntipSeleb – Irni seorang perempuan yang mengaku sebagai mantan asisten rumah tangga (ART) dari Desiree Tarigan mengungkapkan telah mengalami ancaman dan perampasan oleh Desiree Tarigan saat masih menjadi ART. 

Irni datang ditemani oleh kuasa hukumnya, Vidi Galenso Syarif. Selama satu setengah jam berada di dalam Komnas Perempuan Irni menceritakan semua kejadian yang dialaminya saat itu. Seperti  apa pengaduan Irni ke Komnas Perempuan? Berikut artikelnya. 

Mengadu ke Komnas Perempuan

IntipSeleb/ Wahyu Firmansyah
Foto : IntipSeleb/ Wahyu Firmansyah

Irni seorang perempuan yang mengaku sebagai mantan asisten rumah tangga (ART) dari Desiree Tarigan mengadukan ancaman dan perampasan yang dialaminya ke Komnas Perempuan. 

Setelah satu setengah jam berada di dalam Komnas Perempuan, Irni yang ditemani oleh kuasa hukumnya, Vidi Galenso Syarif mengungkapkan hal-hal yang dialaminya selama ini. 

Selain mengadukan, Irni juga meminta agar Komnas Perempuan bisa mendorong laporan polisi dengan terlapor Desiree Tarigan yang diduga telah merampas kemerdekaan dengan mengakses data elektronik miliknya. 

"Jadi sekitar satu setengah jam di dalam dan kita mengadukan sekaligus minta perlindungan karena kasus klien kami ini atas nama Irni yang dialami secara fisik maupun psikis," ucap Vidi di Komnas Perempuan, Menteng, Jumat, 9 April 2021.

"Upaya ini rangkaian dari kelanjutan berbagai upaya klien kami setelah melaporkan ke polisi. Karena itu kami datang kemari untuk mendorong agar diproses bagaimana mestinya," sambungnya. 

Lebih Terbuka

Instagram/@mamitoko
Foto : Instagram/@mamitoko

Vidi pun mengaku kaget saat mengantarkan Irni ke Komnas Perempuan. Sebab, kliennya itu ternyata bisa lebih terbuka dibandingkan saat mengungkapkan kasus itu kepada tim kuasa hukum. 

"Klien kami lebih terbuka ketimbang kepada kami atau laporan polisi. Sebagai orang kecil ini ya diancam begitu membuat dia sulit menyampaikan apa yang dialaminya. Alhamdulillah dengan tadi ibu-ibu Komnas klien kami lebih lancar," ucap Vidi. 

"Dan banyak hal baru yang kita ketahui. Kekerasan dan ancamannya. Ya walaupun dia orang kecil ya tapi tidak diperlakukan sebagaimana manusia. Sehingga trauma ya tidak bisa menjelaskan secara langkar," sambungnya. 

Irni pun mengaku sangat lega karena kini dalam menghadapi kasusnya ia bisa mendapatkan dampingan dari lembaga terkait. 

"Puji tuhan saya udah lega dan rasanya agak terlindung sementara ada yang dampingi saya," ucap Irni. 

Diketahui sebelumnya, Desiree Tarigan dan Bams dilaporkan oleh Irni ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut masuk pada hari Rabu 7 April 2021. Yaitu dengan nomor: TBL/1839/IV/YAN.2.5/2021/SPKT PMJ.

Laporan itu setelah diduga merampas kemerdekaan orang lain atau mengakses data elektronik orang lain tanpa izin. Sebelumnya, Desiree Tarigan juga sempat buka suara terkait dirinya yang dilaporkan oleh Irni.

Bams eks Samsons dan Desiree Tarigan mengatakan bahwa dirinya difitnah melakukan kekerasan dan aniaya Irni, mantan asisten rumah tangganya.

Topik Terkait