X

IntipSeleb – Haruka Nakagawa mulai masuk ke industri hiburan Indonesia sejak menjadi member JKT48 tahun 2012 hingga 2016. Selama menjadi member JKT48, Haruka dikenal sebagai pribadi yang riang. Terlebih setelah lulus pada tahun 2016, Haruka memegang mendapatkan gelar sebagai Sang Legenda JKT48 atau Senior Member JKT48. 

Karena lahir di Jepang, bahasa Indonesia Haruka masih terbata-bata. Namun, saat ini ia lebih lancar dalam mengucapkan bahasa Indonesia. Tingkah lucu dan riangnya itu membuat beberapa program televisi menjadikannya sebagai host untuk memandu acara. Ia juga memulai solo kariernya sebagai artis yang berada di bawah naungan manajemen JKT48.

Tingkah konyol yang ditunjukkan Haruka di depan layar kaca membuat penonton tertawa. Terlabih disatukan dengan komedian-komendian ternama yang semakin membuat tawa penonton pecah. Ia terlihat sangat riang dan jarang menunjukkan rasa sedih di depan kamera. Namun, siapa sangka ternyata Haruka punya kisah pilu tentang keluarganya di Jepang. Mulai dari tidak pernah kenal dengan ibunya dan pernah tinggal di panti asuhan.

Tidak kenal ibu

Lewat program Okay Bos yang disiarkan di Trans7, Haruka bercerita soal kisah pilu hidupnya. Rekaman video itu diunggah oleh offisial Trans7 di YouTube dengan judul Bikin Haru, Curhat Pilu Haruka Tentang Keluarganya | OKAY BOS (20/11/19) Part 2. Video ini diunggah pada Rabu, 20 November 2019. 

Diketahui, gadis 27 tahun ini merupakan putri kedua dari empat bersaudara. Ia telah mengalami kisah duka karena ditinggal pergi sang kakak untuk selama-lamanya pada Mei 2019 lalu. Sang kakak meninggal karena serangan jantung. Lebih lanjut, Haruka mengungkapkan bahwa ia tidak pernah bertemu orang tuanya, tapi komunikasi dengan ayahnya masih terjalin. Sementara ibunya, ia tidak pernah bertemu dan tidak tahu namanya.

“Ngga (pernah ketemu sama orang tua), kalau bapak sih kadang ketemu karena masih sering chat juga tapi kalau ibu ngga tau. Karena aku dari umur 3 tahun udah pisah. Gatau (nama ibu), udah males (tanya sama bapak) karena tanya juga ngga dikasih tau jadi yaudahlah ngapain nanya-nanya.”

Sejak kecil, Haruka merasa iri dengan teman-temannya yang bercerita tentang ibunya. Ia hanya terdiam dan terus bertanya kepada ayahnya soal sang ibu. 

“Kalau waktu kecil kan butuh ibunya kan apalagi anaknya ngga pernah tinggal sama ibu tuh rasanya kaya ngga ngerti gitu. Di sekolah ‘ini nih aku di beliin sama ibu gini-gini’, atau cerita banyak. Apalagi anak kecil kan ngga mikir ya punya orang tua apa ngga. Aku sering nanya (sama bapak), aku juga pengennya tinggal sama ibu gitu tapi ya mungkin keluarga aku susah jadi yaudah.”

Pernah tinggal di panti asuhan

Haruka
Sumber: Instagram/@haruuuu_chan

Tak banyak yang tahu kalau dulu Haruka pernah tinggal di panti asuhan. Karena keterbatasan keluarga dan keadaan nenek terkena penyakit jantung, ia terpaksa untuk diurus oleh pihak panti.

“Iya (tinggal di panti asuhan), aku tinggal sama nenek, terus nenek kan punya sakit jantung kan jadi dia harus di rumah sakit, ngga ada yang ngurusin. Jadi aku harus ke panti.”

Sudah biasa sendiri

Haruka
Sumber: Instagram/@haruuuu_chan

Seolah meneruskan, Haruka bercerita bahwa dirinya sudah hidup sendiri sejak umur 16 tahun di Indonesia. Ia mengaku bingung dengan alasan kenapa dirinya ada di Indonesia.

“Sebenernya aku juga ngga tau sih kenapa aku bisa disini sampai sekarang, cuma gimana aku juga udah mikir sih karena aku iri juga liat orang Indonesia itu semua punya keluarga yang besar. Misalnya lebaran semua kumpul, zaman sekarang ada sosmed jadi liat temen-temen kumpul sama ibunya, sama bapaknya, sama keluarga gitu. Kalau aku kan ngga ada kadang aku juga iri sih kaya pengen manja sama ibunya atau bapaknya cuman aku juga bingung. Kalo sendiri mungkin udah biasa sendiri juga, aku tinggal sendiri dari umur 16 tahun udah kebiasa mungkin.”

Sempat marah dengan Almarhum kakak

Haruka
Sumber: Instagram/@haruuuu_chan

Sebenarnya Haruka sangat ingin pulang ke Jepang karena rindu dengan keluarganya. Namun, karena keadaan ekonomi yang mengharuskan ia tetap tinggal di Jakarta untuk mengurus adik dan keponakannya.

“Aku pengen banget (pulang), (tapi) aku masih kerja di sini juga dan kalau aku ngga kerja siapa yang bayar juga. Iya (sering kasih uang ke keluarga), karena anak kakak masih di panti asuhan tiga-tiganya, (saat) kakak meninggal ngga ada yang ngurus.”

Haruka merupakan salah satu tulang punggung keluarganya di Jepang. Sebelum sang kakak pergi meninggalkannya, gadis yang pernah dikenal dengan nama Harugon ini sempat dimintai sejumlah uang oleh kakaknya. Ia mengaku tidak memberikan sejumlah uang yang diminta karena ingin sang kakak lebih keras bekerja dan menjadi ibu yang baik.

“Kemarin-kemarin kaka tuh minta duit, tapi aku ngga kasih karena aku pengen kakak keras kerjanya. Dia urus anak, apapunlah karena dia juga orang tua dan dia tau ngga pernah ada ibunya di samping. Jadi harus jadi ibu yang baik, aku kadang galak sama dia karena dia alasannya ‘aku ngga pernah sama ibu, aku nggak tau ibu kaya gimana, emang ibu baik kaya gimana sih’ aku juga marah kan.”