img_title
Foto : Instagram/ @kknmovie

IntipSeleb – Film KKN di Desa Penari sampai saat ini masih diminati penonton Tanah Air. Film ini menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa lantaran tembus 7 juta penonton sejak tayang pada 30 April 2022.

Sutradara KKN di Desa Penari, Awi Suryadi mengungkapkan beberapa fakta di balik pembuatan film horor tersebut. Ia juga menjelaskan alasan di balik pembuatan film KKN di Desa Penari dengan dua versi yakni cut dan uncut. Lantas, apa itu? Simak selengkapnya di bawah ini.

Karakter Tokoh Dibedakan dengan Thread

Instagram/@kkn.official
Foto : Instagram/@kkn.official

Film KKN di Desa Penari sampai saat ini masih mendapat layar di bioskop. Diketahui Film KKN Di Desa Penari tembus 4,5 juta dalam waktu 12 hari sejak tayang perdana pada 30 April 2022. Kini, rekor penonton tembus sampai 7 juta penonton. Ini merupakan rekor baru sebagai film horor terlaris sepanjang masa. 

Sempat tertunda selama 2 tahun, nyatanya film KKN di Desa Penari menduduki posisi tertinggi. Sutradara film KKN di Desa Penari, Awi Suryadi mengaku bahwa awalnya ia merasa ragu lantaran sempat tertunda.

Namun, usai booming di pasaran, Awi tak menyangka dan kemudian mengucap syukur atas antusias penonton Tanah Air. 

Dalam sebuah acara yang digelar Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI), Awi Suryadi menjelaskan ada perbedaan karakter tokoh utama dari thread yang dibuat oleh akun simpleman. Ia mengaku membedakan karakter Bima dan Nur yang berbeda di bagian akhir thread sesungguhnya. 

“Dari awal thread simpleman visualnya sangat detail, kali ini materi simpleman gak perlu diubah, kita samaian aja thread simpleman, yg membedakan adalah beberapa karakter. Seperti karakter Bima, kalau di thread dari awal kan dia gak berubah, tergila-gila sama Widya. Beda di film kita bedain karakter Bima kita ubah akhirnya dia tobat,” ucap Awi Suryadi lewat streaming acara FFWI via zoom.

Versi Cut dan Uncut

Instagram/ @kknmovie
Foto : Instagram/ @kknmovie

Tak hanya menjelaskan ada perbedaan dari beberapa karakter, Awi juga menjelaskan tentang adanya dua versi film KKN di Desa Penari yakni cut dan uncut. 

Ia membuat 2 versi film tersebut lantaran sebelumnya Awi sempat ingin membuat film yang bisa ditonton sekeluarga. Namun, peraturan berubah dan menetapkan untuk penonton usia 17 tahun ke atas. Hal inilah yang membuat Awi membuat 2 versi dalam film KKN di Desa Penari.

“Saya pernah terlibat dari Danur, awalnya ide saya pengen buat film horor bisa ditonton satu sekeluarga, Danur kan film keluarga yang juga bisa ditonton anak kecil sama keluarganya, belajar dari Danur buat film keluarga gataunya dipukul rata 17- atas, saya merasa kehilangan penonton, akhirnya saya dan MD pikir untuk buat 2 versi yang cut 13 ke-atas dan uncut untuk 17 ke-atas,” ucap Awi.

Berita Terkait
Topik Terkait