X

Ardhito Pramono mengunggah sebuah video menjelaskan kronologi tweet lamanya tersebut. Sambil memegang rokok, musisi 24 tahun ini mengakui semua tweet rasis 10 tahun lalu memang ditulis sendiri olehnya. Ternyata ia mengalami pelecehan di kereta saat berkuliah di Australia. Tanpa mengucapkan maaf, Ardhito merasa hal itu wajar terjadi kepada anak berumur 14 tahun yang memiliki birahi tinggi.

“Tweet yang gue tulis sange manusiawilah cuy, umur 14 tahun terus tinggal di luar negeri sendirian gak punya temen, terus abis itu gue pikir Twitter hanyalah ruang kosong yang orang-orang gak ada di sana gue bisa tweet apa aja. Dan akhirnya di tahun 2020 ada orang yang stalk gue sampai 10 tahun belakang cuy dan akhirnya dia ngeretweet-retweet semua tweet gue, kegoblokan gue pada masa lalu,” tandasnya.

Kontroversi

Ardhito Pramono

Setelah itu, warganet beramai-ramai memberikan pendapatnya kembali soal kasus rasis yang dilakukan Dhito. Beberapa diantara mereka merasa tidak aneh kalau Dhito tidak akan dihujat karena memiliki paras yang ganteng.

Berita Terkait :

Saksikan Juga