img_title
Foto : Instagram/@lambe_turah

IntipSeleb Lokal – Sebuah cafe LGBT diduga terletak di sebuah daerah di Kalimantan, menjadi tempat berkumpulnya kaum menyimpang. Mereka berkumpul, berjoget, berciuman, dan bahkan saling mengelus sesama pria.

Video itu lantas viral di media sosial, dan diunggah ulang oleh akun gosip @lambe_turah. Warganet ramai-ramai beristigfar dan menghujat pelaku LGBT di video tersebut. Seperti apa mereka? Baca artikel di bawah ini.

Sebuah Cafe LGBT

Instagram/@lambe_turah
Foto : Instagram/@lambe_turah

Akun gosip @lambe_turah tiba-tiba mengunggah sebuah video penyimpangan seksual oleh sejumlah orang, di sebuah cafe LGBT yang diduga berada di Kalimantan. Cafe LGBT itu terdapat segerombolan laki-laki yang saling pelik, cium, berjoget, bahkan mengelus satu sama lainnya.

Tak tampak dalam video itu wanita di tengah-tengah segerombolan laki-laki yang menyukai sesama jenis. Bahkan tak sedikit dari mereka berciuman dengan sesama jenis hingga video itu akhirnya disensor oleh @lambe_turah.

Sayangnya video tersebut beredar luas di media sosial tanpa penyaringan kecuali sensor pria sama pria yang sedang berciuman. Sehingga banyak orang menyaksikan tak terkecuali anak-anak ikut melihatnya.

Penyimpangan seksual ini dinilai netizen sebagai salah satu tanda-tanda hari kiamat, karena kaum sesama jenis berani memunculkan diri di muka publik. Kelakuan mereka pun akhirnya dihujat oleh banyak orang termasuk warganet yang menyaksikan.

Dihujat Warganet

Instagram/@lambe_turah
Foto : Instagram/@lambe_turah

Video yang diunggah @lambe_turah itu pun menuai banyak kritikan publik. Bahkan warganet pun ikut menghujat orang-orang dalam video tersebut, yang dinilai sebagai sebuah tanda-tanda kiamat besar.

"Tanda-tanda akhir zaman," tulis akun @lambe_turah, seperti dilansir IntipSeleb Rabu, 28 September 2022.

"Inalillahi waina ilaihi rojiun," tulis netizen.

"Astagfirullah," tulis netizen lain.

" nauzubillahimindzalik," timpal lainnya.

Video tersebut pun berhasil dikomentari hingga 16 ribu komentar dan disukai oleh lebih dari 135 ribu akun. Rata-rata komentar menghujat dan beristigfar agar anak-anak mereka terhindar dari perilaku penyimpangan. (bbi)

Topik Terkait