img_title
Foto : Instagram/@asri_welas

Menurut cerita dari sang eyang, pada zaman itu keturunan Pangeran Diponegoro diminta untuk menyebar ke berbagai daerah dan tak boleh mengaku bahwa bagian dari keluarga Diponegoro. Sebab bisa dibunuh oleh Belanda.

"Jadi cerita dari eyang gue adalah dulu waktu zaman Belanda itu semua keluarga Diponegoro itu harus spread (berpencar) dan gak boleh ngaku kalau keturunan Diponegoro karena bisa dibunuh sama Belanda, dihabisin. Kerajaannya aja sampe gak ada bekasnya, dihancurin sampai sehancur-hancurnya," ungkap Asri Welas.

Gelar Bangsawan Kala Itu Tak Bisa Dipakai

instagram/asri_welas
Foto : instagram/asri_welas

Asri menceritakan bahwa Eyangnya adalah sosok yang berhasil berenang dari pulau Jawa ke Sumatera pada masa itu. Ia pun mengakui bahwa keluarga pun lebih banyak berada di Wates, Kulon Progo.

"Eyang gue itu salah satu yang berhasil berenang dari Jawa ke Sumatera, terus akhirnya... pokoknya kita keluarga besarnya semua banyaknya di Wates," kata Asri.

Diakuinya pula pada zaman itu, gelar bangsawan tak bisa dipakai keluarganya karena bisa ketahuan. Namun, Asri pun menegaskan bahwa tak perlu dari keturunan tertentu agar bisa membuktikan bahwa diri sendiri dapat bermanfaat bagi banyak orang.

Topik Terkait