IntipSeleb – Meninggalnya Presiden ketiga RI, BJ Habibie pada Rabu, 11 September 2019 meninggalkan duka mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia. Sosoknya yang jenius dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia, terutama dalam bidang kedirgantaraan.

Di luar itu, kisah cinta Habibie dan sang istri, Ainun juga menjadi inspirasi dan telah diadaptasi ke layar lebar. Film Habibie & Ainun dibintangi oleh Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari tayang pada 2012. Menyusul film keduanya berjudul Rudy Habibie (2016) dan segera tayang pada Desember 2019 film Habibie & Ainun 3 dibintangi Maudy Ayunda.

Baca juga: Maudy Ayunda Sedih BJ Habibie Tak Bisa Nonton Film Habibie & Ainun 3

Buat kamu yang sudah menonton dua filmnya pasti tersentuh dengan kata-kata romantis BJ Habibie. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini delapan kata romantis BJ Habibie yang akan membuat kita sebagai generasi muda berpikir ulang soal makna cinta sejati!

Pasangan adalah saling melengkapi

"Kekurangan terhadap pasangan menjadi sesuatu yang membuat hubungan seharusnya saling melengkapi."

Kekurangan pasangan kerap dijadikan alasan untuk berpisah. Padahal setiap orang pasti memiliki kekurangan, karena itu setiap pasangan ditakdirkan untuk saling melengkapi. 

Temukan orang yang membuat bahagia

"Tak perlu seseorang yang sempurna. Cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuatmu berarti lebih dari siapapun."

Kata-kata Habibie ini melengkapi kata-kata sebelumnya yang mengatakan bahwa menjadi pasangan seharusnya saling melengkapi. 

Seimbang antara otak dan hati

"Tanpa cinta kecerdasan itu berbahaya dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup."

Kecerdasan tanpa cinta bisa berarti menjadi orang yang dingin dan menghalalkan segala cara, karena itu penting memiliki keduanya agar hidup lebih seimbang. 

Bahagia atau sedih tergantung cara melihat

"Kebahagiaan dan kesedihan tergantung bagaimana kita menyikapinya."

Mau bahagia ataupun sedih semua bisa dilihat dari sisi positif atau justru mau melihat dari sisi negatif. Habibie mengajarkan bahwa apa yang kita rasakan itu tergantung pada cara berpikir dan menjalaninya. 

Satu frekuensi

"Mau ganteng atau tidak, kalau hatinya tidak satu frekuensi bagaimana?"

Cinta bukan tentang fisik, bukan juga tentang apa yang dimiliki pasangan, melainkan kecocokan hati, pikiran. Bagaimana bisa saling mendukung, mengerti, bahkan bagi yang satu frekuensi, mereka seperti bisa berkomunikasi tanpa bicara, saling memahami tanpa berkata. 

Masa sekarang

"Masa lalu saya adalah milik saya, masa lalu kamu adalah milik kamu, tapi masa depan adalah milik kita."

Tak perlu melihat lagi masa lalu masing-masing hanya untuk saling menjatuhkan. Sebaliknya, jika sudah mencintai seseorang, pandang orang itu saat ini dan bagaimana membangun masa depan bersama. 

Tidak takut mati

“Kalau saya tiada lagi siapa yang jaga Ainun? Saya takut sekali kalau saya mau mati waktu itu, kalau sekarang tidak.”

Kata-kata ini dilontarkan Habibie saat menjadi bintang tamu di acara Najwa Shihab. Habibie diketahui takut kalau harus meninggal lebih dulu dari Ainun. Tapi setelah Ainun meninggal pada 2010, Habibie sudah tidak takut lagi akan kematian. Bahkan siap untuk bertemu Ainun di dimensi lain.

Sampai maut memisahkan

"Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan calon bidadari surgaku."

Rasa cinta yang begitu dalam begitu terlihat saat Ainun pergi lebih dulu meninggalkan Habibie. Dan kini keduanya telah bisa bersama kembali. Selamat jalan Eyang Habibie.