img_title
Foto : IntipSeleb/Yudi

IntipSeleb Lokal – Artis muda Tanah Air, Adhisty Zara mengaku takut pada ketinggian dan air laut. Meski begitu, dirinya tetap nekat melakoni peran di ketinggian dan berenang di laut.

Semua ini, katanya, demi mendalami peran di serial terbarunya berjudul "YOLO!. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Jalani Syuting di Ketinggian Hingga Jajal Olahraga Ekstrem

IntipSeleb/Yudi
Foto : IntipSeleb/Yudi

Demi serial "YOLO!", Adhisty Zara diminta untuk menjalani beberapa olahraga ekstrem. Beberapa di antaranya seperti berenang di laut bebas, main parasailing, skydiving, menaiki G-Swing dengan ketinggian puluhan meter, dijalani oleh mantan memberi JKT48 ini.

"Awalnya, aku sempat bingung 3 hari mikir, 'Beneran mau loncat atau enggak?'. Sampai akhirnya, pada sampai di Pangandaran, ada stunt in (stunt man) loncat, ‘Gila seru banget’. Sampai akhirnya, naik 2 ribu feet, aku gemeteran banget. Turun dulu dan diyakinkan lagi," ungkap Adhisty Zara kepada awak media di kawasan Jakarta pada Jumat, 2 Juni 2023.

Cara Adhisty Zara Hadapi Rasa Takut

IntipSeleb/Yudi
Foto : IntipSeleb/Yudi

Meski begitu, Zara ternyata punya cara sendiri untuk menghadapi rasa takutnya. Katanya, ia coba merubah pola pikirnya.

Ia berusaha semaksimal mungkin seolah adegan di ketinggian dan di dekat air laut itu bukanlah dirinya yang melakoni. Selain itu, Zara juga bersyukur sebab disandingkan dengan rekan syuting yang bisa mendukungnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Sebenarnya lebih ke ingat ini bukan Zara, karena aku takut air laut, ke pantai sampai detik ini enggak pernah lebih dari paha aku airnya. Aku ngerasa badan aku kurus, gampang kebawa ombak ya, kemarin para cowok-cowok ini yang jagain aku. Michael, Daffa, sama Jerome," tuturnya.

"Jadi, gantian-gantian syutingnya, kadang Michael yang pegangin aku, Daffa, Jerome. Solid banget, syutingnya fun banget," sambungnya.

Dalam serial "YOLO!" ini, Zara didapuk sebagai pemeran utama. Ia bakal memerankan karakter bernama Dita.

Dita adalah seorang wanita kantoran yang awalnya sangat gila kerja (workaholic). Namun, semua itu berubah semenjak dirinya divonis kanker dan hidupnya terancam tinggal tiga bulan lagi.

Tak mau menyia-nyiakan hidupnya, Dita pun membuat daftar keinginan untuk dilakukan sebelum ajalnya benar-benar tiba. Di sini keseruannya dimulai. (Cy)

Topik Terkait