img_title
Foto : Tangkap layar YouTube
Istimewa
Foto : Istimewa


Cerita SAHDU berfokus pada Dewa, seorang pria dewasa yang tinggal bersama ibunya yang menjadi orang tua tunggal setelah suaminya meninggal. Dewa sibuk dengan pekerjaan dan aktivitasnya di Jakarta, sehingga dia jarang punya waktu untuk berkualitas bersama ibunya.

Kisah ini mencerminkan hubungan antara ibu dan anak dewasa yang memiliki pekerjaan dan aktivitas sendiri di luar rumah. Sang ibu tetap memberikan kasih sayang yang tulus, tetapi terkadang anak menganggapnya sebagai campur tangan yang berlebihan.

"Film SAHDU mengajak penonton untuk memikirkan pertanyaan-pertanyaan sederhana yang sering terabaikan, tetapi sebenarnya bisa memberikan makna mendalam pada hubungan ibu-anak. Pertanyaan seperti siapa yang membangunkan kita setiap pagi, siapa yang menelepon jika sudah malam tapi kita belum pulang, dan siapa yang selalu mengingatkan kita untuk beribadah dengan baik," ujar sang sutradara, Amrul Ummami.

Pemain utama film ini juga sangat berbakat. Vonny Anggraini berperan sebagai ibu, sementara Vebby Palwinta, Muzzaki Ramdhan, Hifdzi Khoir, M.Rizky juga turut bermain. Ada juga penampilan istimewa dari Rizal Armada, Ivan Govinda, Ricky Perdana, dan Cupink Topan. Mereka semua dengan hebat menghidupkan karakter-karakter ini, menyajikan cerita yang hangat dan sarat dengan pesan moral.

Tidak hanya filmnya yang menarik, tetapi juga musiknya. Soundtrack asli (OST) film ini dibuat oleh Natta Reza, seorang penulis lagu dan penyanyi terkenal. Dia telah menciptakan banyak lagu populer di kanal musik Youtube.

"Lirik dan melodi dalam OST 'Satu Hari Dengan Ibu' menggambarkan betapa besar kasih sayang seorang ibu kepada anaknya sepanjang hidup. Saya berharap OST ini bisa menjadi koleksi lagu yang menginspirasi hubungan harmonis antara orang tua, khususnya ibu, dan anak," ucap Natta Reza.

Film SAHDU akan diawali dengan pemutaran khusus di Solo pada tanggal 9 September, dengan kehadiran Walikota Solo, Gibran Rakabuming. Acara gala premiere akan diadakan di Jakarta pada tanggal 14 September dengan mengundang sejumlah tokoh penting seperti Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, serta tokoh-tokoh masyarakat dan kritikus film nasional.

Kemudian, ada pemutaran khusus di Bandung pada tanggal 16 September dengan kehadiran Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, serta komunitas anak muda Bandung dan para pemerhati film. Pemutaran khusus di Pontianak pada tanggal 21 September akan dihadiri oleh Ustadz Luqmanulhakim.

Di Yogyakarta pada tanggal 22 September, acara serupa akan dihadiri oleh Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Salim A Fillah. Terakhir, pemutaran khusus pada tanggal 24 September di Pekanbaru, Riau, akan dihadiri oleh Ustadz Abdul Somad.

Topik Terkait