Foto : Freepik/rawpixel.com

Para ulama yang menganjurkan untuk menunaikan sholat hajat mendasarkan pendapat mereka pada dalil berupa hadis dari Utsman bin Hunaif yanga artinya:

Seorang yang buta datang kepada Nabi lalu mengatakan, “Berdoalah engkau kepada Allah untukku agar menyembuhkanku.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata,

“Apabila engkau mau, aku akan menundanya untukmu (di akhirat) dan itu lebih baik. Namun apabila engkau mau, aku akan mendoakanmu.” Orang itu pun mengatakan, “Doakanlah.”

Nabi shallallahu alaihi wa sallam lalu menyuruhnya untuk berwudhu dan memperbagus wudhunya serta sholat dua rakaat kemudian berdoa dengan doa ini, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Muhammad Nabiyyurrahmah.

Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Rabbku denganmu dalam kebutuhanku ini agar ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafaatnya untukku.” (HR Ibnu Majah no. 1385 dan Tirmidzi no. 13578)).

Baca Juga: 4 Bacaan Sebelum Doa Sholat Hajat, Ikhlas dan Ikhtiar Kuncinya

2. Niat Sholat Hajat Jodoh

Foto : Unsplash/fikry anshor

Sebelum melakukan suatu ibadah, tentu harus diawali dengan niat. Karena sah atau tidaknya ibadah tersebut bergantung pada niat awalnya. Begitu juga dengan melakukan sholat hajat jodoh di mana harus disertai dengan niat yang lurus.

Topik Terkait