Foto : Berbagai Sumber

IntipSeleb – Satu per satu spekulasi tentang alasan mengapa GOT7 kompak keluar dari JYP Entertainment masih menjadi bahan perbincangan para penggemar. Kini, ayah dari Mark Tuan bernama Raymond Tuan, seolah mengisyaratkan bahwa boyband yang beranggotakan putranya, JB, Jackson, Jinyoung, Youngjae, Bambam, dan Yugyeom, diperlakukan tidak adil oleh agensi. 

Pada 10 Januari 2021 lalu, ayah dari Mark Tuan membalas sebuah cuitan berisikan artikel tentang hengkangnya GOT7 dari JYP Entertainment karena tidak mendapat perlakukan layak. Lantas respon tersebut semakin menambah rasa keingintahuan penggemar. Apa kata ayah dari Mark Tuan? simak artikelnya di bawah ini.

Baca Juga: Viral Postingan Staf JYP Entertainment Diduga Sindir Member GOT7

Ayah Mark Tuan Komentari Artikel Tentang Hengkangnya GOT7 dari JYP

Foto : @linbea945/Twitter

Keputusan GOT7 yang kompak keluar dari JYP Entertainment menimbulkan spekulasi di kalangan penggemar dan masyarakat bahwasannya pihak agensi tidak memperlakukan grup dengan baik. 

Tiba-tiba, ayah Mark Tuan bernama Raymond Tuan yang akrab disapa Papa Tuan oleh penggemar GOT7, menulis cuitan di bawah artikel dari outlet media Allkpop berjudul ‘Bagaimana JYP Entertainment Memperlakukan Bintang Dunia GOT7 Secara Tidak Adil’. Kala itu, Papa Tuan hanya berkomentar singkat, ‘Kebenarannya…’ dengan bahasa Inggris.

GOT7 Diperlakukan Tidak Adil oleh JYP Entertainment?

Foto : JYP Entertainment

Lantas artikel yang dipublikasikan oleh Allkpop tersebut berisikan bagaimana GOT7 tidak menerima perlakuan layak dari JYP Entertainment. Padahal sejak melakukan debut pada 2014 silam, boyband satu ini kerap menuai kesuksesan dari karya-karya mereka hingga mendapatkan perhatian secara global.

Tidak hanya itu, ketujuh member GOT7 juga berhasil secara individual berkat bakat yang mereka miliki. Mulai dari JB yang juga merupakan seorang produser, Mark aktif di berbagai platform media sosial, Jackson membangun karier di Tiongkok, Jinyoung diakui kemampuan aktingnya sebagai aktor, Youngjae yang wara-wiri menjadi pengisi soundtrack (OST), Bambam yang menguasai Thailand, hingga Yugyeom yang memiliki bakat menari luar biasa. 

Dalam artikel tersebut, dikatakan bahwa GOT7 sulit untuk mengembangkan potensi masing-masing karena selalu dikekang oleh agensi. JB yang merupakan produser dan penulis lagu yang handal pernah mengatakan bahwa pendiri dari JYP yakni J.Y.Park sempat beberapa kali menolak lagunya yang bahkan tidak didengarkan selama lima detik.

Di kesempatan berbeda saat melakukan siaran langsung, seorang staf JYP pernah memberikan sumpit bekas kepada Mark, bukan yang baru. Kala itu, Mark akhirnya memutuskan untuk menyantap makanan dengan tangannya. Bukti-bukti lain yang dibeberkan adalah ketika seorang staf JYP yang lain mengganggu GOT7 hanya karena ada pakaian menjadi latar belakang sehingga membuat para member tidak bisa secara bebas berinteraksi dengan fans.

Beberapa waktu lalu, GOT7 sempat merilis album DYE pada 20 April 2020. Namun masa aktivitas promosi untuk comeback ini hanya memakan sekitar dua minggu, yang seharusnya biasa dilakukan selama satu bulan penuh. Terbaru, jangka waktu untuk promosi album Breath of Love: Last Piece yang diluncurkan tanggal 30 November 2020 justru lebih singkat.

Interval waktu antara perilisan album satu dan yang lain terlalu lama. Namun, masa promosi mereka juga tidak dimaksimalkan oleh JYP. Maka dari itu, Mark dan Jinyoung sempat menyebutkan bahwa hal tersebut membuat keduanya menganggur selama sekitar tujuh bulan. 

Meskipun masing-masing member GOT7 punya kesibukan individual masing-masing, JYP dinilai tidak totalitas dalam mempromosikan grup sebagai formasi grup. Kendati demikian, fakta ini membuat IGOT7, sebutan nama fandom untuk GOT7, sulit untuk bertemu dengan idola mereka. Selain karena jarang comeback, waktu promosi grup juga sangat sebentar. 

Tanggapan Fans

Foto : Twitter/GOT7Official

Tentu cuitan dari Papa Tuan menuai reaksi dari para IGOT7 di Twitter. Tidak sedikit yang juga membenarkan bahwa sang idola seperti ‘dianaktirikan’ oleh JYP selama ini. Maka dari itu, keputusan GOT7 untuk keluar dari agensi mendapat banyak dukungan dari fans. Mereka mengharapkan agar ketujuh member dapat melebarkan karier masing-masing di luar sana.

Fakta bahwa bahkan Papa Tuan mengetahui semua ini, berarti para member telah menanggung semuanya selama 7 tahun terakhir. Aku sangat senang mereka membuat pilihan yang tepat,” tulis seorang penggemar di Twitter, dikutip oleh IntipSeleb pada Selasa, 12 Januari 2021.

“Aku tidak dapat membayangkan betapa sakit hatinya orang tua Mark setelah melihat putra mereka sendiri dianiaya oleh agensi. Sangat senang karena akhirnya dia bebas!,” ungkap seorang penggemar.

Ini sangat memilukan. JYP memperlakukan GOT7 dengan tidak adil. Padshal mereka hanya ingin berbagi passion dan kecintaan mereka terhadap musik. Akhirnya, kini mereka mencapai kebebesan dan keluar dari agensi neraka itu. Sebagai penggemar, kami akan terus mendedikasikan segalanya hanya untuk melindungi, mencintai, dan mendukung mereka sepenuhnya,” sahut seorang penggemar.

Aku menyukai fakta bahwa para member (+ Papa Tuan) menjadi lebih savage dari sebelumnya setelah mereka memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak dengan perusahaan itu. Kalian lihat JYP, kau telah mengacaukan keluarga besar yang salah. Tentu saja aku akan berterima kasih karena kalian telah membentuk grup yang hebat, tapi ya kalian tetap salah,” timpal penggemar lain. 

Sementara itu, JYP Entertainment telah mengkonfirmasi bahwa ketujuh member GOT7 tidak memperpanjang kontrak eksklusif dengan agensi dan resmi berakhir pada 19 Januari 2021 mendatang. Kini, JB, Mark, Jackson, Jinyoung, Youngjae, Bambam, dan Yugyeom akan mencari peluang lain. Sedangkan Mark Tuan memutuskan untuk kembali ke orang tuanya di Amerika Serikat dengan mulai aktif mengunggah konten video YouTube dan mempersipakan karier solo.

Baca Juga: GOT7 Resmi Keluar dari JYP Entertainment, Mark Tuan Pulang ke AS

Topik Terkait