Padahal, protein memiliki peran penting dalam mempertahankan massa otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Sumber protein seperti telur, ayam tanpa kulit, ikan, tahu, dan tempe sebaiknya hadir dalam menu sahur dan berbuka.
Sementara itu, serat dari sayur dan buah membantu memperlambat proses pencernaan serta mengontrol nafsu makan. Kekurangan serat membuat seseorang lebih mudah lapar dan cenderung ngemil berlebihan setelah berbuka.
Kombinasi protein dan serat yang cukup dapat membantu menjaga keseimbangan kalori saat puasa, sekaligus mendukung program diet saat puasa bagi yang ingin menurunkan berat badan.
4. Minim Aktivitas Fisik
Perubahan jam makan dan rasa lemas kerap menjadi alasan untuk mengurangi aktivitas fisik. Tidak sedikit yang memilih beristirahat penuh sepanjang hari dan melewatkan olahraga.
Padahal, kurang bergerak membuat pembakaran kalori menurun drastis. Ketika energi yang masuk tidak diimbangi dengan energi yang dikeluarkan, berat badan akan lebih mudah bertambah.
Olahraga saat puasa sebenarnya tetap bisa dilakukan, dengan intensitas ringan hingga sedang. Jalan kaki, stretching, atau latihan ringan menjelang berbuka dapat membantu menjaga metabolisme tetap aktif.