Foto : Www.freepik.com/jcomp

2. Pilihan Makanan yang Kurang Tepat

Menu berbuka puasa identik dengan gorengan, kolak, minuman manis, serta makanan tinggi lemak jenuh. Kombinasi ini tinggi kalori namun rendah nilai gizi.

Gorengan mengandung lemak trans dan kalori tinggi yang mudah menumpuk jika dikonsumsi setiap hari. Sementara minuman manis dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat. Setelah gula darah turun, tubuh kembali merasa lapar sehingga mendorong seseorang untuk makan lebih banyak di malam hari.

Kebiasaan ini membuat pola makan menjadi tidak terkendali. Alih-alih mendapatkan manfaat metabolik dari puasa, tubuh justru menyimpan lebih banyak lemak akibat pola makan tinggi gula dan lemak.

Untuk mencegah berat badan naik saat puasa, pemilihan menu berbuka menjadi kunci. Mengawali dengan air putih dan makanan ringan bernutrisi seperti buah dapat membantu mengontrol porsi makan utama.

3. Kurangnya Asupan Protein dan Serat

Dalam praktiknya, banyak orang lebih fokus pada rasa kenyang dibanding kualitas nutrisi. Akibatnya, asupan protein dan serat sering terabaikan.

Topik Terkait