Foto : Freepik/tirachardz

IntipSelebKopi telah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup generasi muda di Indonesia. Kenikmatan rasa, kemudahan konsumsi, hingga harga yang terjangkau membuat kopi menjadi minuman wajib untuk generasi muda seperti Gen Z dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari.

Penjualan kopi juga kini tidak hanya terbatas di coffee shop saja. Sudah banyak brand kopi yang melakukan pendekatan langsung kepada konsumennya. Kita sebut aja Kopi Jago yang berjualan dengan menggunakan sepeda dan langsung mendatangi konsumennya.

Hal itu yang membuat generasi muda menjadi semakin familiar dengan minuman berkafein ini. Apa lagi kini sudah banyak kopi kemasan yang menawarkan rasa dan bahan yang premium.

Generasi Muda dan Kopi

Foto : Instagram/ @kopimaning

Generasi muda di Indonesia telah menjadikan kopi sebagai salah satu bagian dari gaya hidup. Untuk mereka yang sudah bekerja kopi menjadi teman setia dikala kesibukan yang melanda setiap harinya. National Coffee Association (NCA) telah mengakui jika generasi muda sangat berperan dalam meningkatnya penjualan kopi. Bukan hanya sebagai pengikut tetapi generasi muda sudah menciptakan tren baru dalam dunia kopi.

Ada beberapa kategori baru yang tercipta ketika generasi muda mulai melek dengan kopi. Salah satunya adalah Cold Brew dimana kopi dibuat dengan menggunakan air dingin. Pembuatan kopi ini bisa memakan waktu yang lama 8 hingga 12 jam.

Dilansir dari ottencoffee.co.id, Meskipun tanpa gula atau pemanis lainnya, Cold Brew Coffee rasanya lebih manis, lembut dan tingkat keasaman yang rendah. Hal itu disebabkan perendaman yang lama serta penggunaan air dingin.

Penjualan Kopi Meningkat

Foto : Instagram/ @kopimaning

Data yang dirilis oleh dataindonesia.id mengungkapkan lonjakan signifikan dalam volume penjualan kopi siap minum di Indonesia, yang diproyeksikan mencapai 234 juta liter pada tahun 2023. Ini merupakan kenaikan sebesar 4% dari tahun sebelumnya yang mencatatkan 225 juta liter.

Bahkan penjualan kopi memang sudah menunjukan peningkatan dari tahun 2015 hingga puncaknya pada 2019 dengan penjualan 249 juta liter. Penurunan jumlah penjualan kopi pada tahun 2020 juga disebabkan karena pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia.

Menurut analisis Euromonitor, proyeksi total produksi kopi di Indonesia pada periode 2023/2024 diperkirakan mencapai 9,7 juta kantong.

Sementara itu, total konsumsi kopi dalam negeri diproyeksikan meningkat sebesar 20 ribu kantong, mencapai 4,79 kantong pada periode 2023/2024. Permintaan yang tinggi dari sektor ritel dan layanan makanan menjadi pendorong utama di balik peningkatan ini, seiring pulihnya ekonomi pasca-pandemi.

Dampak Kesehatan

Foto : Freepik/jcomp

Dalam wawancara dengan dr. Ari Fahrial Syam di kanal YouTube Kata Dokter, disoroti bahwa kopi mengandung kafein yang dapat memiliki dampak pada kesehatan tubuh.

"Kopi itu mengandung kafein kita tahu kafein ini pada beberapa orang itu bisa menyebabkan jantung berdebar debar jantung berdebar-debar itu juga akan mempengaruhi tekanan darah menjadi naik jadi pada orang-orang yang memang udah punya hipertensi memang tidak dianjurkan untuk minum kopi karena komponen dari kafein tersebut," ucap dr Ari.

"Kafein sendiri bisa meningkatkan produksi asam lambung jadi pada orang-orang yang memang mempunyai masalah dengan lambung yaitu bisa saja minum kopi itu jadi perih di ulu hatinya begitu," sambungnya.

Namun, kafein juga diketahui memiliki manfaat bagi sebagian orang, seperti membuat tubuh terasa lebih segar dan meningkatkan kewaspadaan. Namun, efek ini bisa berbeda-beda pada setiap individu, terutama yang sensitif terhadap kafein. Bagi generasi muda yang gemar mengonsumsi kopi, perlu diperhatikan bahwa meski terdapat manfaat, kopi juga memiliki potensi dampak negatif, dan penting untuk mengonsumsinya dengan bijak.

Kopi memang menjadi simbol gaya hidup modern generasi muda. Namun, kesadaran akan efek kesehatannya perlu terus diperhatikan untuk menjaga keseimbangan antara kenikmatan dan dampak pada kesehatan.

Topik Terkait