Foto : Instagram @ganjar_pranowo

IntipSeleb – Pasangan calon Capres – Cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD selalu mencuri perhatian di setiap momen debat Pilpres 2024. Keduanya selalu mengenakan kostum tematik yang disesuaikan dengan tema debat yang berlangsung.

Setelah sebelumnya mengenakan pakaian adat hingga jaket bomber ala Top Gun, kostum Ganjar – Mahfud malam tadi juga tak kalah menarik. Keduanya tiba di JCC Senayan dengan pakaian ala pecinta alam dan keluar dengan menggunakan beskap katun.

Dalam sesi doorstop pasca debat cawapres, Mahfud MD pun menceritakan kisah panjang di balik beskap katun yang ternyata merupakan produk fashion ramah lingkungan. Penasaran dengan kisah di balik kostum Ganjar – Mahfud? Scroll lebih lanjut yuk!

Usung Tema Sustainable Fashion

Foto : YouTube Najwa Shihab

Saat melakukan sesi doorstop dengan awak media pasca debat cawapres, Mahfud MD menyampaikan perjalanan panjang kostum beskap katun yang menjadi kostum Ganjar Mahfud malam tadi.

Menurut penuturannya, beskap yang merupakan produk fashion ramah lingkungan tersebut dibuat dengan bahan alami lewat tangan-tangan para pengrajin daerah, khususnya para perempuan.

“Baju yang saya pakai bersama pak Ganjar ini merupakan aksi nyata dan balutan harapan perempuan Indonesia untuk merawat ibu pertiwi kita yang sakit. Izinkan saya bercerita tentang perjalanan baju ini. Baju ini terbuat dari kapas yang mudah terurai secara alami. Kapas ini ditanam oleh petani perempuan di Tuban Jawa Timur dengan teknik tumpang sari tanpa menggunakan bahan kimia,” ungkapnya dilihat dari kanal KPU RI pada Senin, 22 Januari 2024.

“Kapas diproduksi menjadi benang dan ditenun secara manual menjadi sehelai kain. Pewarnaan menggunakan pewarna alami dari tanaman bukan kimia, sehingga menghindari penggunaan 2,5 juta liter bahan kimia. Sementara kancingnya, diproduksi di Makassar,” sambungnya.

Tak hanya menyoroti soal bahan dan proses pembuatan pakaian ramah lingkungan yang digunakan, cawapres nomor urut 3 itu juga menggarisbawahi soal pemberdayaan masyarakat tanpa mengabaikan hak-hak lingkungan dan para pengrajin.

“Kain dijahit oleh ibu-ibu di desa Badung, Bali, menggambarkan semangat dan kerja keras mereka untuk memberikan penghidupan yang lebih baik bagi keluarganya di masa depan, di mana 100% dari mereka menerima upah yang layak. Dibutuhkan waktu 180 hari, 6 bulan, untuk tumbuh, memintal, menenun, dan menjahit baju,” kata Mahfud.

“Proses ini telah menebarkan dampak positif untuk 1500 kehidupan. Terdiri dari petani, hingga penjahit. Juga berhasil mencegah produksi 80 ton CO2 dan menggenerasi 30 hektar lahan melalui daur ulang sampah dan mengubah tanah kering menjadi agroforestri. Sebelumnya, para ibu pengrajin terdampak bahan kimia yang bahaya bagi kesehatan dan mencemari sumber air dan juga tidak mendapatkan penghidupan yang layak,” paparnya.

Mahfud MD juga menyoroti soal Indonesia yang kini menjadi negara pengimpor kapas, padahal di tahun 40 hingga 50-an menjadi produsen kapas global terbesar. Isu ini tentu menjadi catatan penting, mengingat tema debat Cawapres malam tadi.

“Pengembangan penanaman kapas asli Indonesia juga menjadi inspirasi di mana sekarang lebih dari 90% kita mengimpor kapas. Padahal di tahun 1940 – 1950 Indonesia adalah salah satu produsen kapas global terbesar,” kata Mahfud MD.

Di akhir, Mahfud MD menyampaikan harapannya terkait masa depan Indonesia yang bisa terus unggul dalam hal pembangunan tanpa mengesampingkan kelestarian alam dan seluruh rakyat Indonesia.

“Karena ini topiknya topik tentang lingkungan dan kelestarian alam apa pesannya, kisah yang saya sampaikan tadi membuktikan bahwa kita bisa membangun Indonesia unggul yang adil dan lestari untuk seluruh rakyat,” kata Mahfud.

“Kita bisa hidup layak dan berkembang di rumah kita sendiri dengan menjaga kearifan lokal dan keberagaman. Pembangunan ke depan harus melihat bukan hanya aspek ekonomi tapi juga lingkungan dan sosial untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” pungkasnya.

Fashion Ramah Lingkungan

Foto : Freepik/ freepik

Seperti diketahui, tema debat cawapres ke-4 adalah pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat dan desa.

Dan usaha paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD untuk selalu menyesuaikan diri dengan tema debat pilpres yang dilakukan cukup menarik diperhatikan. Kostum Ganjar – Mahfud pun menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu oleh publik.

Minggu, 21 Januari 2024 malam lalu, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mengenakan beskap Jawa berbahan katun yang diproduksi oleh salah satu brand fashion yang mengusung sustainable fashion atau fashion ramah lingkungan. Lalu, apa sih sustainable fashion yang diterapkan dalam kostum Ganjar Mahfud tadi malam?

Sustainable fashion merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif industri pakaian atau fast fashion. Sebab, pakaian adalah salah satu kebutuhan primer manusia dan tentu saja turut andil dalam kondisi lingkungan.

Komisi Ekonomi Eropa PBB mengatakan bahwa setiap tahunnya, industri fashion dunia menyumbang tidak kurang dari 20% limbah air bumi dan 10% emisi karbon dioksida di bumi.

Konsep fashion ramah lingkungan ini lantas muncul untuk mendorong kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi fashion secara lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan menerapkan konsep fashion ramah lingkungan, diharapkan kerusakan lingkungan karena limbah fashion bisa berkurang.

Sustainable fashion menggagas penggunaan bahan baku ramah lingkungan, seperti serat organik, serat daur ulang, serat alami dan serat alternatif yang jejak karbonnya rendah. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, penggunaan air berlebihan, hingga kerusakan ekosistem dan kesehatan manusia.

Fashion ramah lingkungan biasanya juga mengusung desain yang cenderung timeless. Hal ini bertujuan untuk mengurangi siklus konsumsi pakaian yang cepat dan memperpanjang usia sebuah pakaian yang bertolak belakang dari industri fast fashion.

Penerapan sustainable fashion diharapkan dapat menciptakan industri fashion yang lebih berkelanjutan dari segi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Dengan prinsip-prinsip ini, industri fashion diharapkan bisa lebih memikirkan kelestarian dan hak-hak lingkungan. (bbi)

Topik Terkait